Hajar Sopir Truk, 6 Suporter Sepakbola Asal Surabaya Jadi Tersangka

oleh -Views : 97
Foto : Para Pelaku Ketika DiKeler Petugas Saat Press Realeas Di Mapolres Madiun.

MADIUN, Terbitan.com – Satreskrim Polres Madiun berhasil meringkus enam orang yang mengaku sebagai suporter club sepakbola dari Surabaya pada Kamis,11 Juli 2019 lalu.

Penangkapan ke-enam suporter ini adalah berkaitan dengan tindakan pengeroyokan yang dilakukan keenam pelaku terhadap seorang pengemudi truk bernama Puguh Triawan, warga Desa Gadungan, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun Jawa Timur.

Dalam pers release yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Logos Bintoro pada hari Kamis 18 Juli 2019, AKP Logos mengatakan ke-enam pelaku pengeroyokan yang rata-rata adalah warga Kota Surabaya ini mulanya melakukan pencegatan truk yang melintas di Jalan Raya Caruban-Surabaya untuk menumpang, tepatnya di Desa Balerejo Kabupaten Madiun.

Namun, Saat berusaha melompat keatas truk, salah satu dari pelaku berinisial (DR) warga Kapasari Pedukuhan Surabaya terjatuh, melihat rekannya jatuh secara spontan para suporter lantas melempari dan menganiaya sopir truk tersebut, tidak hanya itu para pelaku juga merampas telepon genggam korban.

“Melihat (DR) terjatuh, teman – temannya tidak terima kemudian melempari truk dengan batu. Sementara salah seorang tersangka melakukan penganiayaan terhadap sopir truk dan merampas HP milik korban,” Ujar Logos.

Pihak Kepolisian yang menerima laporan korban, lantas melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan ke-enam pelaku yang masih berada diwilayah Kabupaten Madiun.

Polisi juga berhasil mengamankan beberapa barang bukti antara lain 2 buah batu, enam kaos dan slayer bertuliskan persebaya, serta 1 buah telepon genggam hasil rampasan, serta 1 unit truk trailer dengan Nomor Polisi L 9104 UZ.

Akibat ulah para pelaku, korban menderita luka lebam dibagian tubuhnya dan kendaraan truk mengalami kerusakan hingga retak kaca bagian depan.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, ke-enam pelaku kini harus meringkuk di sel tahanan Polres Madiun. Selanjutnya akan dijerat dengan pasal 170 ayat (1) dan ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun 6 bulan penjara.

Penulis : Imam Iswanto
Editor : Adie