MUSKAB KNPI Barut Terindikasi “Tabrak” Aturan, Sejumlah OKP Layangkan Protes

oleh -Views : 36

MUARA TEWEH, terbitan.com – Sejumlah Organisasi Kepemudaan dilingkungan Kabupaten Barito Utara sebagai pemilik suara, mengirimkan Nota Keberatan kepada Panitia Musyawarah Daerah KNPI Barito Utara Senin 22 Juli 2019.

Nota Keberatan tersebut disampaikan kepada Ketua KNPI Cq. Panitia Musda KNPI karena terdapat indikasi untuk menutup peluang kepada calon atau kandidat lain bersaing secara fair dan sehat dengan mengeluarkan syarat maju sebagai kandidat adalah mendapatkan minimal dukungan 3 Pengurus Kecamatan (PK) dan 6 Organisasi Kepemudaan (OPK).

SK PK 9 kecamatan yang menjadi dasar keabsahan memilih diterbitkan menjelang dilaksanakannya MUSKAB, dan diberikan khusus kepada orang-orang terdekat Ketua KNPI petahana. SK tersebutpun berulang kali dirubah dan diganti jika diketahui Pengurus Kecamatan tidak pro/berpihak terhadap Ketua KNPI petahana.

Lebih krusialnya, karena menurut aturan organisasi manapun penerbitan Surat Keputusan seharusnya melalui rapat atau musyawarah resmi pada tingkat di mana organisasi tersebut berdomisili, dalam hal ini musyawarah Kecamatan sebagai penentu keputusan tertinggi dalam sebuah Organisasi.

Ketua OKP Angkatan Muda Golkar (AMPG) Barito Utara Andhi Irawan, A. Md mengatakan “SK dikeluarkan ujug-ujug (secara tiba-tiba) turun dari Kabupaten kepada individu tertentu tanpa adanya Muscam sebagai salah satu syarat utama untuk terbitnya SK”.

Karena menurut Wawan, sapaan akrab pengurus Golkar Barut ini, Muscam dilaksanakan setelah Musda, bukan menjelang Muskab.

“Dan jika sifatnya darurat, karena masa berlaku pengurus yang lama telah berakhir harusnya wakil ketua lah yang ditunjuk menjadi Ketua, bukan menunjuk orang-orang yang sama sekali baru karena kedekatan personal dengan Ketua saat ini”, tandasnya.

Terpisah Ketua OKP Pemuda Muhammadiyah Barito Utara Farid Ansyori, S. Pd mengatakan “Dalam sebuah kompetisi itu harusnya siap menang, siap kalah. Memberikan kesempatan kepada kandidat lain untuk bertanding secara terbuka supaya pemilik suara memiliki pilihan memilih kandidat terbaik, bukan malah menutup jalan dengan intrik-intrik yang tidak mendewasakan”.

Musyawarah Daerah KNPI Barito Utara yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 6-7 Agustus 2019 akan membahas mengenai pemilihan pengurus dan program-program kerja KNPI kedepan. Diharapkan pemilihan ini menghasilkan penggerak-penggerak organisasi yang berorientasi pada hasil-hasil kerja berkemanfaatan, bukan menjadikannya sebagai alat untuk publishing dan eksistensi individu bersangkutan.(Tim)