Ini Alasan PKB Bondowoso Belum Tentukan Arah Koalisi

oleh -Views : 703

BONDOWOSO, Terbitan.com – Dikatakan Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bondowoso, H. Ahmad Dhafir bahwa sampai saat ini secara tegas PKB belum putuskan arah koalisi.

Menurut dia, PKB masih menjaga marwah partai dan menunggu waktu yang tepat untuk menentukan kemana dukungan partai akan berlabuh.

Selama ini, masih lebih menghormati partai-partai yang berjuang untuk perolehan kursi di DPRD Bondowoso. Akan tetapi kalau sebatas komunikasi dengan partai lain sudah dilakukan

“Kalau komunikasi dengan pantai lain sudah banyak kita lalukan. Tapi jika ada partai lain ada yang mengatakan sudah koalisi sama PKB, itu hanya sebatas klaim meraka saja,” katanya.

Ia juga berpendapat dengan waktu yang dinilai masih cukup tersedia, nantinya PKB bisa menyiapkan jawaban yang pasti, serta yang terbaik bagi PKB untuk NU dan khususnya masyarakat Bondowoso.

“Sehinga memang waktu yang ada ini PKB seefektif mungkin dengan pertimbangan-pertimbangan yang prudent dan hasil yang ideal di dalam keputusan untuk menentukan koalisi,” jelasnya

Sementara itu, saat disinggung mengenai pertemuannya dengan petinggi PDI Perjuangan, ia menyebut pertemuan itu hanyalah silaturahmi saja. Ia juga membantah bahwa ada  penawaran dari PDI Perjuangan kepada PKB untuk bergabung ke koalisinya.

“Kalau toh kita berbicara masalah komunikasi politik itu yang bersifat umum tentunya yang sudah sama-sama umum mengetahui tidak mungkin bersifat hal yang lebih spesifik,” tuturnya.

Lanjut dia, berdasarkan ketentuan partai, yang tidak memperoleh sekurang-kurangnya empat kursi harus bergabung dengan partai lain. Dan hal itu harus segera diselesaikan sebagi bentuk kepatuhan terhadap tata tertub DPRD.

“Senin saya segera rapat dengan wakil untuk membahas tatib. Karena sebagai landasan kita melaksanakan tugas untuk mengakomudir semua partai tanpa ada diskriminasi kepada anggota untuk aspirasi seluas-luasnya,” ungkapnya.

Arah koalisi itu harus jelas dan dapat persetujuan dari ketua partai dan sekretaris partai. Minimal koalisi 4 partai untuk terbentuknya fraksi.

“Contoh kemarin ada fraksi Ganas, sekarang tidak lagi. Gerindra sudah empat kursi maka di tatib ada revisi, minimal empat suara,” pungkasnya.