Jumlah Janda dan Duda di Kepsul Meningkat

oleh -Views : 323

SANANA, terbitan.com – Jumlah janda muda baru di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) kembali bertambah. Pasalnya, Pengadilan Negeri (PN) Labuha dalam sidang satu atap yang di gelar di PN Sanana baru saja memutuskan 62 perkara perceraian dari 66 perkara yang diajukan, Kamis (8/8).

Tahun lalu, PN Labuha memutuskan 69 perkara perceraian. Sidang gugatan perceraian di Kepsul sendiri berlangsung setahun sekali. Pasalnya, Kepsul sendiri belum memiliki PA sendiri. Alhasil, dalam sekali sidang peserta harus mengantri hingga berjam-jam. Seperti yang terjadi kemarin. Sidang tertutup tersebut berlangsung sejak pukul 09.00 pagi hingga pukul 08.00 malam. Sebelumnya, peserta petugas pengadilan membuka pendaftaran selama sepekan.

Humas PA Labuha Sardiyanto menuturkan, dalam gugatan kali ini sebagian besar di dominasi oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan rata-rata usia 30 – 50 tahun. “Angkanya kurang lebih sama setiap tahun,” kata Sardiyanto kemarin.

Dia menjelaskan, terdapat 66 perkara yang diajukan hanya saja, hakim memutuskan 62 perkara, sementara untuk duanya akan dilanjutkan di Labuha. “Karena belum selesai jadi dilanjutkan di Labuha, “ujarnya.

Sardiyanto juga berharap agar Kepsul juga segera memiliki PA untuk mempermudah masyarakat. “Karena kasihan kalau ada warga yang kasusnya belum selesai maka akan dilanjutkan ke Labuha otomatis harus dengan biaya transportasi yang mahal, “katanya sembari berharap Pemda juga turut membantu percepatan pembangunan kantor PA di Sula.

Salah satu janda muda yang menolak namanya dikorankan menuturkan, gugatan cerai yang diajukan oleh suaminya tersebut karena masalah ke tidak cocokan. “Meski begitu kami tetap berkomunikasi dengan baik, “kata perempuan dari salah satu desa di Mangoli itu.

AU, salah satu warga Kecamatan Mangoli Utara Timur kepada koran ini mengacu terpaksa memilih berpisah dengan istrinya lantaran mengetahui istrinya memiliki lelaki idaman lain. “Mungkin nasibnya saya seperti ini,” kata lelaki 24 tahun itu. {GNS}