PAC PDIP Kresek: Banyak Warga Mampu Terima Bantuan PKH, Bisa Dipidana 5 Tahun

oleh -Views : 129

TANGERANG, terbitan.com – Polemik penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) tidak tepat sasaran terus bermunculan di Kecamatan Kresek Kabupaten Tangerang. Sejumlah pihak menilai, penyaluran bantuan dari Kementerian Sosial itu dinilai tidak tepat sasaran.

Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Kresek Sukardi menilai, PKH yang dibagikan di wilayah Kresek banyak yang tidak tepat sasaran. “Banyak yang tidak menyentuh orang miskin, sebab masih banyak warga miskin. Justru banyak keluarga mampu yang dapat,” kata pengusaha showroom motor ini.

Pihak PAC PDI Perjuangan, menurur Sukardi, sudah menerima pengaduan warga di beberapa desa. “Ada juga yang mengadu, di sebuah kampung, seorang pengusaha sembako terima dana PKH. Padahal, di kampung itu banyak warga miskin yang tidak dapat,” katanya.

Padahal, menurut Kardi, keluarga mampu yang terima dana PKH melanggar Undang-Undang 13 tahun 2011. Diuraikan, pada Pasal 42 disebutkan, setiap orang yang memalsukan data verifikasi dan validasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (3), dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).

Sedangkan pada Pasal 43, setiap orang yang menyalahgunakan dana penanganan fakir miskin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

“Kalau tidak ingin bermasalah dengan hukum, sebaiknya warga yang telah mampu mengundurkan diri dengan cara membuat surat penyataan tertulis di atas kertas bermaterai dan diserahkan kepada pendamping PKH,” sarannya.

Di sisi lain, dia juga minta agar para pendamping PKH melakukan evaluasi dan seleksi ketat para penerima PKH. Sehingga ada kajian ulang apakah seseorang layak atau tidak menerima  bantuan PKH.

Penulis: Ananta Putra