Remaja Tunawicara Hamil 3 Bulan, KMPD Desak Polres Kepsul Usut Tuntas

oleh -Views : 45

SANANA, terbitan.com – Komunitas Mahasiswa Pro Demokrasi (KMPD) menggelar unjuk rasa di depan kantor Polres Kepulauan Sula agar segera tuntaskan kasus dugaan pelecehan seksual yang menimpa remaja tunawicara yang inisial RB, Jumat (9/8/2019).

Seorang remaja tunawicara tersebut yang inisial RB (19) sudah hamil tiga bulan diduga menjadi korban dari pelaku bejat dari ayah mertuanya yang inisial DS di Desa Wailau Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula. Pelaku DS juga sebagai sala satu pegawai PNS yang bertugas di Kecamatan Mangoli Barat

Atas dasar kasus tersebut, Masa aksi menggelar unjuk rasa agar kasus dugaan pelecehan seksual yang menimpa korban remaja tunawicara yang inisial RB cepat di tuntaskan oleh Penyidik Polres Kepulauan Sula,

Aksi massa yang di bawah Koordinator Lapangan (Korlap) Bustamin Gai dalam orasinya mendesak Penyidik Polres Kepulauan Sula segera mempercepat proses penyelidikan, sebab kasus tersebut hingga saat belum ada titik terang.

“Kami berharap Penyidik Polres Kepsul agar secepatnya melakukan penyelidikan sehingga keluarga korban bisa mengetahui siapa sebenarnya yang menjadi pelaku dugaan pelecehan seksual terhadap remaja tunawicara ini, “ucap Bustamin.

Kemudian massa aksi diberi waktu hearing dengan Waka Polres Kepulauan Sula, Komisaris Polisi (kompol) Arifin La Ode Buri yang di dampingi oleh KBO Reskrim Ispektur Polisi dua (Ipda) Risal Mochammad bersama Penyidik, La Jaya dan KBO Intel Ruslan Tubaka

Kemudian Muhtadin Sapsuha sebagai keluarga korban saat di konfirmasi awak media, Jumat (09/08) mengatakan dirinya sudah melaporkan kasus ini ke Polres Kepulauan Sula pada tanggal 29 April 2019 lalu, Namun, hingga saat ini tidak ada perkembangan dari laporan tersebut. Sedangkan, untuk bukti semua sudah ada. Akan tetapi menurut Polisi menunda proses penyelidikan dengan alasan korban tidak dapat menyebutkan tanggal dan waktu kejadian. Padahal Polisi mengetahui bahwa korban adalah penyandang disabilitas.

“Kami dari pihak keluarga sangat kecewa, karena kasus ini tidak bisa di tuntaskan alias jalan di tempat. Apalagi Polisi sudah pernah menahan pelaku DS dan kemudian melepaskan kembali pelaku tersebut, “ucap Muhtadin

Sementara, KBO Reskrim, Ipda Rizal Mohammad, menjelaskan pihaknya sudah bekerja keras untuk bisa menuntaskan kasus ini hanya saja yang masih kendala serta beberapa unsur yang belum terpenuhi seperti, tanggal dan waktu kejadian.

“Saat ini Reskrim dan Penyidik selalu berkonsultasi dengan pihak jaksa terkait kelengkapan barang bukti. Jadi kalau kalian mau menanyakan perkembangan kasus langsung saja ke Kasat Reskrim kalau tidak ada Kasat bisa langsung ke saya,” ungkap Rizal {GNS}