Abaikan Etika Birokrasi, Mutasi ASN Bondowoso Amburadul

oleh -Views : 923

BONDOWOSO, Terbitan.com – Mutasi dan promosi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Bondowoso yang dilakukan beberapa hari lalu diduga kuat sarat dengan kepentingan golongan tertentu.

Pasalnya, Drs. Irwan Bachtiar Rahmat selaku Wakil Bupati Bondowoso sama sekali tidak dilibatkan dalam mutasi 192 ASN. Padahal secara etika birokrasi, Wabup Irwan mempuyai andil untuk terlibat, minimal mendapat pemberitahuan.

“Harusnya Wabup dilibatkan dalam koordinasi, setidaknya ada pemberitahuan dan dimintai saran atau pendapat. Masak ada mutasi sementara Wabup tidak diberi tahu,” ungkap Sinung Sudrajad, Wakil Ketua DPRD Bondowoso saat dikonfirmasi, Senin (30/9/2019)

Sinung Sudrajad menilai mutasi yang dilakukan kali ini sarat dengan kepentingan. Sebab selain Wabup, wewenang Inspektorat dan Asisten I juga tidak dilibatkan atau difungsikan.

Kendatinya, persoalan mutasi ini makin memperjelas bahwa mutasi yang dilakukan jelas tidak sesuai dengan etika birokrasi dan perundang-undangan yang berlaku.

“Ini terkesan sarat dengan kepentingan. Yang terlibat hanya Sekda dan BKD. Sedangkan Inspektorat dan Asisten I tidak dilibatkan,” geram Sinung.

Hal itu juga dianggapnya sebagai sebab carut marutnya tatanan mutasi yang dihasilkan. Banyak pejabat dimutasi tidak sesuai dengan kemampuan.

Sebab, dua penilaian dasar yang menjadi rujukan mutasi tidak diberlakukan dengan maksimal. Diantaranya adalah faktor alur karier dan syarat-syarat jabatan ASN.

“Sehingga alur tata pemerintahan mereka berpengalaman sejak dasar. Apalagi kalau orang tidak berpemgalaman di dudukkan sebagai Sekcam atau Camat, amburadul pasti, meraka tidak menguasai ruhnya,” jelasnya.

Jika pemangku kebijakan sudah tidak terkoordinasi dengan baik, dan tatanan pemerintahan sudah tidak beraturan, maka Sinung memastikan visi-misi Bondowoso ‘Melesat’ sulit dicapai dalam waktu dekat.

Seharusnya komitmen pada saat kampanye Pilkada komitmen partai pengusung, partai partai pendukung beserta elemen masyarakat dalam barisan Sabar adalah membangun bersama. Setelah menang maka Bupati dan Wabup terpilih bukan lagi milik golongan merah, hijau, kuning dsb.

Tetapi sambung Sinung, menjadi Bapaknya seluruh rakyat Bondowoso. Namun kenyataan yang terjadi sekarang justru malah berjalan sendiri sendiri, tidak ada koordinasi sama sekali.

“Tugas saya sebagai kader partai adalah mengingatkan segenap komitmen yang telah disepakati, akan menjadi salah ketika saya membiarkan kondisi pemerintahan spt saat ini terus berlangsung,” pintanya

Belum lagi mutasi di lingkungn tenaga pendidik baik Guru maupun Kepala Sekolah.” Seharusnya mutasi Guru dan Kepala Sekolah dilaksanakan pasca semesteran atau tahun ajaran baru, bukan dipersimpangan jalan seperti ini, jelas sistem belajar-mengajar akan terganggu,” pungkasnya