Aset Miliaran Terbengkalai, Sekda Syaifullah Sebut Bondowoso Sudah Miskin Sombong

oleh -Views : 3.244

BONDOWOSO, Terbitan.com – Nampak megah dan mentereng, namun tak sejalan dengan kenyataan. Pemandangan seperti inilah yang sering kita jumpai di sejumlah aset daerah yang telah lama rampung dibangun tapi tidak berfungsi dengan sebagaimana mestinya

Terdapat sejumlah aset itu atau kata lain “Terbengkalai” paling baru dibangun dan tidak berfungsi adalah pasar rakyat Kejayan, resi gudang kopi Sumber Wringin dan rumah sakit Paru Pancoran.

Pasar Rakyat Kejayan, kecamatan Pujer, kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, adalah pasar rakyat semi tradisional, setelah direvitalisasi tahun anggaran 2017 menghabiskan dana sebesar Rp 6 miliar oleh Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Bondowoso.

Sayangnya, kios dan los pasar ini penghuninya belum ada. Sehingga bangunan megah tersebut setiap hari masih nampak tertutup rapat dan tak satupun pedagang mau berjualan ditempat itu.

Sekretaris daerah (Sekda) Pemkab Bondowoso, Syaifullah mengatakan segera lakukan kajian. Agar dapat mengetahui apa yang menjadi kendala pedagang yang enggan berjualan di pasar rakyat Kejayan.

“Kita perlu kaji dan analisa kembali, apa yang menjadi kendala sampai sekarang tidak ditempati. Bahasa saya begini, Bondowoso ini miskin sombong, kan sombong,” ucapnya, usai acara pelantikan ketua DPRD Bondowoso

Sejatinya, ia bersikeras tahun 2020 Bondowoso harus bangkit total.Sekarang mungkin ada sisa-sisa OPD lama yang enggan mau bergerak atau lari cepat, maka perlu diperbaiki.

“Terus terang saya ingin bergerak cepat, tapi saya akui masih digandoli oleh masalah yang seharusnya tidak menjadi masalah. Saya pernah bangun 3 pasar besar – besar dan tidak ada masalah, karena begitu selesai kita serahkan kepada masyarakat,” terangnya.

Menurutnya, terkadang masalah itu timbul karena bangunan selesai dan diserahkan ke masyarakat. “Ada kemudian penjabatnya titip ini dan itu. Nah jadi itu yang bikin rusak,” katanya.

Untuk sementara Ini, lanjut Sekda Syaifullah, resi gudang Sumber Wringin memang menjadi perhatiannya, dan regulasinya akan di lihat dulu.

“Resi gudang kopi yang menjadi incaran studi pusat dan insya allah bulan depan sudah di pakai oleh kegiatan Bogem.Jadi Resi gudang di Indonesia ada dua dan yang baru ditempati baru di Aceh,” pungkasnya.