Pedagang Mengaku Jualan di Pasar Kejayan Bondowoso Tidak Laku

oleh -Views : 249
Caption : Pedagang Kriongan Desa Mengok

BONDOWOSO, Terbitan.com – Sepinya pedagang di Pasar Rakyat Desa Kejayan, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, belakangan ini menjadi perbincangan hangat di masyarakat.

Lantaran kios dan los dipasar tersebut, tiap harinya tidak terlihat ada aktivitas jual beli. Padahal program Revitalisasi Pasar Rakyat merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah untuk meningkatkan daya saing pasar rakyat.

Selain itu, meningkatkan kesejahteraan para pedagang melalui peningkatan omzet, mendukung kelancaran logistik dan distribusi bahan kebutuhan masyarakat dan mendorong terjadinya penguatan pasar di era persaingan global yang kian terbuka lebar.

Sebelumnya, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso telah mendesak pedagang Pasar Kriongan di Desa Mengok, agar pindah dan menempati Pasar Rakyat Kejayan. Namun, para pedagang menolak karena berjualan di Pasar Kejayan justru membuat mereka merugi.

“Kalau di sana (Pasar Kejayan) pembeli tidak mau datang. Dagangan tidak laku. Jadi saya memilih tidak berjualan di sana,” ungkap Ibu Sumarto, pedagang sayur di Pasar Kriongan Desa Mengok, Minggu (8/9/2019).

Menurut dia, pedagang sebenarnya bukannya tidak mau pindah. Awal beroperasinya Pasar Kejayan pada 2018 lalu, mereka sudah mencoba berjualan. Namun, sepi pembeli.

Kendatinya, dagangan seperti sayur sampai kering karena tak kunjung laku. Dagangan yang harusnya habis terjual dalam satu hari tak laku hingga tiga hari lamanya.

“Pengalaman berdagang di Pasar Kejayan membuat saya kapok, dan memilih kembali lagi ke pasar kriongan Mengok,” ungkapnya.

Sementara pelanggan di Pasar Kriyongan Mengok, Diyah, lebih memilih belanja kebutuhan pokok di Pasar Kriyongan ketimbang harus belanja di Pasar Kejayan. Menurutnya, lokasi pasar yang baru lokasinya terlalu jauh.

“Pembeli di sini (Pasar Kriongan Mengok) kebanyakan dari arah timur dan selatan, bukan dari barat dan utara. Jadi wajar kalau orang lebih suka di sini. Tidak terlalu jauh. Apalagi sudah ada sejak dulu,” ujar warga Desa Alassumur itu.