Sebanyak Tiga Desa Portal PT SAL

oleh -Views : 96

MUARA TEWEH, terbitan.com – Sudah hampir 10 tahun masyarakat di tiga desa, yakni Desa Pendreh, Desa Ipu dan Desa Nihan menyerahkan lahannya kepada PT Satria Abdi Lestari (PT. SAL) untuk pembangun kerja sama perkebunan kelapa sawit dengan pola kemitraan.

Namun, hingga sekarang pihak PT SAL hanya janji tinggal janji untuk memberikan atau membangun lahan seluas 20 % dari luasan keseluruhan untuk lahan kemitraan sampai saat ini tidak ada realisasinya.

Puncaknya, Sabtu (28/9) kemarin masyarakat di tiga desa tersebut bersama Kepala Adat Desa Ipu dan Nihan melakukan aksi pemortalan berupa pemasangan Hanting Pali di jalan akses utama perusahaan (Rappen State, Blok 10 Kebun PT SAL).

Mpo mengatakan, kegiatan ritual Adat Dayak ini dilakukan atas inisiatif warga pemilik lahan yang telah menyerahkan lahan kepada perusahaan yang tidak menepati janji untuk lahan kemitraan seluas 20 persen itu.

“Kami sangat kecewa terhadap manajemen owner PT SAL dalam mengelola perusahaan dalam merealisasikan kebun kemitraan yang dijanjikan dengan warga,” ujarnya.

Perusahaan perkebunan kelapa sawit ini dinilai tidak konsisten dengan perjanjian, serta tidak serius melaksanakan usaha perkebunannya seperti yang digembar-gemborkan dulu disaat mereka datang dan sosialisasi ke warga. “Kenyataannya tidak ada dan hanya janji belaka,” ujarnya.

Permasalahan ini juga sudah sering disampaikan kepada manajemen PT SAL, namun tidak ditanggapi dengan serius. Hanting Pali ini sebagai bentuk peringatan keras bagi PT SAL.

“Sesungguhnya kami sangat senang dengan adanya investor yang datang ke desa, akan tapi bukan perusahaan yang bermasalah ingkar janji,” katanya.

Ritual adat Hinting Pali ini dipimpin oleh Kepala Adat Desa Ipu, Mpo bersama dengan Kepala Adat Desa Nihan, Dosen serta didukung pimpinan Ormas MPC Pemuda Pancasila, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Barito Utara, Forum Pemuda Dayak (Fordayak), dan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN). (Iwan)