BNNP Jatim Lakukan Sosialisasi Pembentukan Panti Rehabilitasi Korban Penyalahgunaan Narkoba

oleh -Views : 84

MADIUN, Terbitan.com – Tim Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur bersama BNNK Nganjuk mengunjungi Rumah Sakit Haji Ibrahim yang berada di Jalan raya Tiron, Kecamatan Nglames, Kabupaten Madiun, Jawa Timur pada hari Rabu, 16 Oktober 2019.

Kunjungan tim BNNP Jatim dan BNNK Nganjuk tak lain adalah guna memenuhi undangan yayasan Garda Mencegah Dan Mengobati (GMDM) untuk membahas rencana menjadikan salah satu rumah sakit di Madiun itu menjadi tempat rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan Narkoba.

Dalam kunjungannya, Tim memberikan sosialisasi dan petunjuk tentang tatacara pembentukan lembaga atau panti rehabilitasi yang nantinya akan menjadi panti rehabilitasi pertama di Kabupaten Madiun.

Staff Rehabilitasi BNNP Jatim D. Eko Cahyono mengatakan, bahwa dalam hal ini BNNP Jawa Timur mendorong wilayah yang belum terbentuk BNNK untuk mengadakan tempat atau panti rehabilitasi bagi pecandu atau korban penyalahgunaan narkoba.

“Tujuan utama kami yaitu memberikan informasi dan sosialisasi tentang cara pembentukan lembaga rehabilitasi. Dan kami BNNP Jawa Timur mendorong wilayah – wilayah yang belum terbentuk BNNK Kabupaten untuk mengadakan tempat rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba,” kata Eko.

Eko menambahkan ada beberapa persyaratan dalam pembentukan sebuah yayasan atau panti rehabilitasi yaitu yang pertama adalah Sumberdaya Manusia (SDM), Sarana dan Prasarana, dan juga Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL). Eko juga menuturkan bahwa nantinya rumah sakit yang dijadikan tempat rehabilitasi akan berada dibawah naungan kementerian kesehatan (Menkes).

Lanjut menurut eko, pembentukan sebuah lembaga rehabilitasi sangatlah penting, mengingat maraknya penyalahgunaan narkotika seperti saat ini.

“Memang harus ada, mengingat situasi saat ini semakin banyaknya pengguna narkoba memang harus ada tempat rehab di satu wilayah Jawa Timur,” imbuhnya.

Sementara itu menurut Sekretaris GMDM Kabupaten Madiun Fahkrur Rozi, pihaknya selama ini telah melakukan sosialisasi dan seminar di beberapa tempat di Madiun terkait pencegahan penyalahgunaan narkoba. Menurutnya segmen rehabilitasi adalah yang paling tepat karena banyak korban penyalahgunaan narkoba yang harus diselamatkan.

“Kenapa kami memilih segmen rehabilitasi, rehabilitasi lah yang paling tepat. Karena banyak anak – anak korban penyalahgunaan narkoba yang harus diselamatkan,” kata Fahkrur Rozi.

Ia menambahkan saat ini ada sekitar 20 – 30 persen anak Smp/Sma sudah terpapar narkoba. Data tersebut menurut Fakhrur Rozi didapatkan dari analisa ketika melakukan kunjungan disekolah – sekolah.

“Ada sekitar 20 – 30 persen anak Smp/Sma pernah menggunakan narkoba, data tersebut diperoleh dari sosialisasi kami di sekolah – sekolah. Sampai saat ini dari sampel kami ada 6 sekolah yang rata – rata merupakan sekolah favorit dan skala muridnya besar, ” pungkas Fakhrur Rozi.

Penulis : Imam Iswanto
Editor : Adie