Rekanan di Bondowoso Heboh, Sekda Syaifullah Ngaku Ditawari Proyek Oleh Dinas

oleh -Views : 1.583

BONDOWOSO, Terbitan.com – Beberapa hari ini, sejumlah asosiasi dan rekanan di Kabupaten Bondowoso heboh. Lantaran Sekda diduga ambil bagian proyek dari Dinas di lingkungan Pemkab Bondowoso.

Informasi ini muncul dan beredar screenshot grup rekanan yang membahas masalah Sekda yang ikut ambil jatah proyek di Dinas. Bahkan saat ini screenshot tersebut sudah melebar luas di sejumlah grup whatsapp.

Dalam screenshot yang ditulis salah satu rekanan di Bondowoso menyebutkan, jika dirinya dapat pekerjaan dari Dinas, tapi ia mendengar Sekda dapat paket, ia merasa terenyuh termasuk rekanan lainnya yang benar-benar mau bekerja.

“Saya dpt pekerjaan sdh dari dinas, tp mendengar sekda dpt paket sy ternyuh dengan rekanan yg bener2 mau bekerja, tak sedikit sy dengar dan sy liat diruang tunggu dinas2 mereka yg bener2 kontraktor bolak balik melobi tp juga ga dpt, lah kok sekda dpt paket, naifnya lg kontraktor aslinya jd tangan ke3 krn msih melaluitemen2 media dptnya. Ada keterseinggungan profesi,”tulis rekenan dalam gruf whatsapp.

Sementara Sekertaris Daerah Kabupaten Bondowoso, Syaifullah, mengatakan sampai detik ini belum pernah meminta jatah poryek. Kalaupun ada orang Dinas yang menawarkan, Ia memilih menolak karena dirinya mengaku tak punya kepentingan pribadi.

Kendati demikian, Sekda Syaifullah mengaku akan menginterfensi untuk mengupayakan agar CV kecil yang selama ini tidak mendapat proyek juga bisa mendapat jatah. Menurutnya, Ia akan memperjuangkan CV kecil selama ini menjadi korban kedzaliman penguasa sebelumnya.

“Saya dorong mereka. Ayo, bekerja dengan benar, dengan jujur. Kasihan Bondowoso ini. Kota kecil seperti ini harus benar proyeknya,” kata Syaifullah, Rabu (30/10/2019).

Akibat dari kebijakannya, Sekda Syaifullah tak memungkiri jika CV yang sebelumnya mendapatkan banyak proyek merasa keberatan atas perlakuannya. Sekda Syaifullah tak menggubris hal tersebut dan tetap pada pendiriannya untuk memperjuangkan CV kecil yang selama ini dimarjinalkan.

“Yang biasanya dapat lima, sekarang dapat satu, dapat dua. Padahal saya bilang, saya bentuk forum, bukan untuk mematikan yang lain loh ya,” ucapnya.

Apalagi sambung Sekda Syaifullah, ada beberapa CV punya orang dinas, merasa mendapatkan sedikit. Tapi pihaknya mengaku tidak tahu, siapa saja mereka.

“Dengan keyakinan yang besar, sebentar lagi akan terbukti semua. Siapa yang melakukan proporsi-proporsi seperti itu,” pungkasnya.