Gara-gara Menebang Pohon Kelapa, Oknum Polisi di Kepsul Diduga Aniaya Warganya

oleh -Views : 61

SANANA, terbitan.com – Seorang oknum polisi berinisial Brigpol FU, diduga melakukan penganiayaan terhadap Usman Waisalei (50), warga Desa Auponhia, Kecamatan Mangoli Selatan, Kabupaten Kepulauan Sula sebagai pemegang mesin sensor.

Kepada terbitan.com lewat telpon saluler, Usman bercerita, insiden itu terjadi pada hari Jumat 15 November 2019 kemarin. “Awalnya saya di panggil sama ketua RT dan pihak Pekerja PLN di tempat Mess anak – anak, dengan tawaran kerja menabang pohon kelapa untuk pembersihan jaringan agar pihak PLN bisa memasang jaringn kabel untuk masuk di kampung, karna ada sepekatan warga.

Kemudian sorenya oknum Polisi itu bersama kakaknya dari Sanana tiba di Desa Auponhia. “Menjelang Sorenya oknum Polisi yang inisial FU mencari saya dan di temukan saya dekat kuburan, Lalu saya sampaikan bahwa nanti saya bawa pulang parang dulu, karena disini banyak babi hutan hantam orang. “Setelah saya pulang simpan parang di rumah, saya kemudian pergi ke Mess anak – anak kerja PLN, tiba – tiba oknum polisi itu memangil saya, ” kata Usman

“Alasan menabang pohon kelapa milik orang tuanya, Tak terima dengan itu, beliu marah dan dia mulai menganiyaya saya dengan memakai pakean seragam Polisi, itu pun saya tidak balas, bahkan dia mengancam saya ketemu di kantor Polres Kepulauan Sula, “sambung pria tersebut.

Akibat penganiayaan yang diduga dilakukan oknum Polisi yang inisial FU itu, Usman mengalami sakit di kepala bagian kanan, kemudian bagian dada sebela kiri dan rusuk sebelah kiri. “Tidak terima dengan perlakuan itu, Usman mengaku Ke esokan saya laporkan ke Polres Kepulauan Sula, sesuai dengan Surat tanda penerima laporan Polisi bernomor : STPL /142/XI/2019/SPKT. “ungkapnya.

Sementara oknum polisi berinisial FU saat di konfirmasi terbitan.com. membenarkan, Saya aniaya kemarin, karena ada sebab dan akibat, sehingga saya ambil langkah semacam itu, kemarin banyak orang yang resah, Saya bukan orang bodoh, aniaya orang tanpa sebab akibat, bukan saya dendam, mungkin seorang jurnalis lebih paham terkait dengan hal ini.”ucap FU lewat telepon saluler +62 821-9171-xxxx maupun lewat sms.Kamis (28/11)

Saat dikonfirmasi lewat pesan Whats App Polres Kepulauan Sula melalui kepala seksi profesi dan pengamanan (Kasi propam) Ajun Inspektur PolisiI Satu (Aiptu) Rusman Buamona membenarkan kejadian tersebut.

“Benar ada laporan perihal penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota Polres, Sementara perkara masih dalam diproses, “tutup Rusman {GNS}