Kasus Dugaan Korupsi Anggaran (BOKB) Dak Nonfisik 2018, Kajari Kepsul Sebut Tetap Berjalan

oleh -Views : 57
Romulus H. Holongan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kepulauan Sula

SANANA, terbitan.com – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Kepulauan Sula, Romulus H. Holongan menyebut pemeriksaan 17 saksi KB dari 12 Kecamatan pada bulan kemarin oleh penyidik terkait kasus dugaan korupsi anggaran bantuan biaya Operasional Keluarga Berencana (BOKB) Dak Non fisik 2018 tetap berjalan

Saat ini masih sebatas pemeriksaan 17 orang yang statusnya sebagai saksi, “Kemudian tertunda lagi, karena banyak kegiatan, sehingga jaksa di kantor tinggal dua orang, kadang juga satu orang karena ada tugas – tugas yang lain, “ucap Romulus saat di konfirmasi terbitan.com lewat pesan Whats Aap. Senin (11/11)

Sementara untuk keterangan dari tujuh balas orang saksi itu bertujuan untuk mengumpulkan bukti – bukti dalam upaya pengungkapan kasus dugaan korupsi anggaran bantuan biaya Operasional Keluarga Berencana (BOKB) Dak Non fisik 2018 dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3P2KB) Kabupaten Kepulauan Sula sebesar Rp 3.158.450.000

Hal ini mendapat tanggapan tegas oleh Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Halmahera Corruption Watch (HCW) Maluku Utara Rajak Idrus, menuturkan, selaku lembaga anti korupsi terus mendorong agar Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Kepulauan Sula,
secepatnya menyelesaikan kasus tersebut hingga ke meja persidangan, “tutup Rajak {GNS}