Memprihatinkan, Kondisi Seorang Pemuda Di Madiun Penderita Hidrocephalus

oleh -Views : 76

MADIUN, Terbitan.com – Sungguh memprihatinkan kondisi Tri Hatmoko seorang remaja warga Dusun Tlagan, Desa Kenongorejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun.

Di usianya yang menginjak 17 tahun ini, ia harus menjalani cobaan yang teramat berat. Sejak lahir, Tri Hatmoko telah divonis menderita penyakit Hidrocephalus oleh Dokter. Hingga kini ia tergolek dirumah karena ukuran kepalanya yang semakin membesar melebihi ukuran normal.

Tubuhnya pun terlihat kecil dan kurus, Tri juga sulit berkomunikasi. Sesekali ia ingin terbangun dari tempat tidurnya, namun tak kuasa menahan beban kapalanya.

Beberapa waktu yang lalu ujian kembali menimpa Tri Hatmoko. Siami, seorang ibunda terkasih yang merawatnya selama ini telah berpulang kepangkuan sang pencipta menyusul Harjanto sang ayah yang terlebih dahulu meninggalkannya ketika Tri masih kecil.

Kini Tri Hatmoko tinggal bersama dua saudara laki – lakinya Suniyar (32) dan Dwi Setyawan (23). Kedua saudaranya itulah yang kini merawat Tri dirumah sederhana di Dusun Tlagan.

Suniyar yang merupakan kakak sulung Tri Hatmoko menceritakan, bahwa ketika adiknya tersebut baru dilahirkan, Dokter telah mengatakan bahwa Tri mengidap Hidrocephalus. Dokter pun menyarankan agar Tri dioperasi. Namun, keluarga terbentur biaya.

“Waktu itu dibilangin dokter, kalau operasinya mahal katanya. Karena belum ada biaya akhirnya ditunda, pernah juga berobat ke Solo tapi juga tidak ada perubahan ,” kata Niyar mengenang waktu itu.

“Pak Bupati juga sudah kesini, sehari setelah ibu meninggal,” imbuhnya.

Kini Tri harus dirawat oleh Niyar kakak sulungnya, sementara itu Dwi Setyawan kakak keduanya yang harus bekerja.

Kondisi yang dialami Tri pun membuat tetangga merasa prihatin. Mereka pun memberikan bantuan makanan dan minuman ala kadarnya.

Niyar pun berharap besar akan kesembuhan adiknya. Namun ia tidak tahu harus kemana, sementara itu ia juga mengaku kesulitan akan biaya.

“Saya ingin adik saya bisa hidup normal, tapi bagaimana lagi keadaan kayak gini, hanya bisa pasrah,” Pungkasnya.

Reporter : Imam Iswanto
Editor : Adie