Pamsimas Botolinggo : Pompa Hidram Tak Maksimal Pipa Ditumpuk

oleh -Views : 317

BONDOWOSO, Terbitan.com – Diketahui informasi, program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) tahun 2018 Desa Botolinggo, Kabupaten Bondowoso, mendapatkan suntikan dana dari APBN sebesar Rp 245 juta, Incash Rp 14 juta, Inkind Rp 56 juta, APBdes sharing Rp 35 juta dan Abdes non sharing Rp 64,512 juta.

Menurut Ali Wafa, sebagai Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) mengakui memang program Pamsimas tidak maksimal. Kendala utama pada pompa hidram nya.

“Teknisi pompa hidram dari Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember dan bukti dokumen kita lengkap. Tidak ada yang mau merugikan negara apa lagi mau main-main dengan program itu,” katanya.

Lebih jelas Ali Wafa, program Pamsimas itu ada beberapa item seperti program cuti tangan siswa, jeding atau kamar mandi siswa, pengadaan, tandon air. Dan semuanya sudah selesai dari anggaran dana APBN dan APBdes

“Jadi program Pamsimas itu bukan hanya pengadaan saja. Tapi juga ada pemberdayaan yang dilaksanakan oleh kita, berupa pelatihan,” jelasnya.

Sementara untuk dana incash sebanyak Rp 14 juta, kata Ali Wafa, mengatakan pihaknya mencari sendiri tanpa melibatkan warga dan bisa dicek ke warga setempat.

“Dana incash itu pekerjaan masyarakat yang di uangkan. Artinya, dana tidak ada namun pekerjaan bentuk gotong royong itu yang di uangkan sebagai partisipasi masyarakat,” terangnya.

Selain itu, partisipasi masyarakat dimasukkan pada dana inkind berupa kegiatan gotong royong yang di laporkan sebagai partisipasi, hingga mencapai nominal sampai Rp 64 juta.

“Dana Rp 64 juta itu adalah pekerjaan,bukan bentuk uang. Namun itu tidak dilakukan, soalnya masyarakat tidak mau jika air tidak mengalir maksimal. Sehingga pipa itu tidak di tanam karena HOK nya tidak ada dan yang ada partsipasi masyarakat saja,” pungkasnya