Ahirnya Lokalisasi Merong Resmi Ditutup, Pemkab Barut Gelar Deklarasi

oleh -Views : 94

MUARA TEWEH, terbitan.com – Pemerintah Kabupaten Barito Utara mengelar deklarasi penutupan lokalisasi lembah durian atau lebih di kenal dengan merong Km 3,5 jalan Negara Muara Teweh- Puruk Cahu, kelurahan Melayu, Kecamatan Teweh Tengah,(kalteng) dan pemulangan wanita (EKS) penghuni lokalisasi ke daerah asalnya. 

Deklarasi Dihadiri Wakil Bupati Barito Utara Sugianto Panala Putra, Sekretaris Daerah Ir H Janlinal Abidin MAP, Waket I DPRD Barito Utara Parmana Setiawan, perwakilan  Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah, unsur FKPD, Kepala SOPD, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta undangan lainya yang di laksanakan di halaman kantor Bupati Barito Utara, Rabu (4/12/19) pagi,

Dalam sambutannya Bupati Barito Utara H Nadalsyah yang di bacakan Wakil Bupati Sugianto Panala Putra mengatakan, sebagaimana di ketahui bersama bahwa bedasarkan hasil rapat Koordinasi Nasional  Bidang Rehabilitasi  Sosial yang dilaksanakan Kementerian Sosial RI pada tanggal 28 s/d 30 Januari 2016. Dimana Pemerintah pusat melalui Kementrian Sosial RI mencanangkan ” Indonesia bebas pasung dan benas anak jalanan tahun 2017 serta bebas lokalisasi prostitusi tahun 2019,”ucap Sugianto Panala Putra

“Seperti Kita ketahui bersama bahwa dampak dari keberadaan Lokalisasi prostitusi sangatlah luas, diantaranya ancaman penyebaran penyakit menular seksual yang banyak diderita atau bahkan meninggal dunia. Akibat terinfeksi penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual yang tidak sehat, karena tidak dengan pasangan yang sah,” ujar Sugianto.

Lebih lanjut, Sugianto Panala Putra juga menyampaikan, berbagai bentuk kemaksiatan yang mengiring dunia prostitusi ialah minuman keras, narkoba, judi, penghalalan segala cara untuk mencapai tujuan. 

Minuman keras dan narkoba jauh lebih berbahaya dari apapun juga karena barang haram tersebut mampu membuat akal pikiran sehat seseorang jadi hilang sehingga mampu berbuat apa saja yang dilarang hukum serta merusak generasi muda.

“Jadi prostitusi di tutup tidak hanya sebatas masalah kemaksiatan, tapi banyak faktor lain yang mengikutinya dan membawa dampak sosial lebih luas serta mengganggu kesejahteraan keluarga pada akhirnya,” ucap Sugianto Panala Putra.

Pada akhirnya dengan memohon pertolongan dan rahmat Tuhan yang maha esa dan seraya mengucapkan. ”Bismillahirrahmannirrahim” hari ini, Rabu tanggal 4 Desember 2019, lokalisasi prostitusi Lembah durian dengan ini saya nyatakan secara resmi “Ditutup” (Iwan)