SPPG Ngancar Pitu Ngawi Sajikan MBG Ketan-Mangga, Penerima Manfaat Ogah Makan

Reporter

Dibaca 33 kali

Bagikan
Menu SPPG Ngancar Kecamatan Pitu Ngawi.

NGAWI, terbitan.com – Menu MBG berupa ketan mangga fla yang disajikan SPPG Ngancar Pitu Ngawi dikeluhkan penerima manfaat, lantaran menu tersebut dinilai tidak biasa dinikmati lidah siswa. Penerima manfaat di sekolah dasar di Desa Ngancar, AN yang dikonfirmasi Selasa (3/11/2026) menyatakan banyak siswa yang tidak memakan menu MBG berisi mangga-ketan pada Jumat (30/10/2026) lalu.

“Tiap Hari Jumat dikasih menu non nasi seperti mangga-ketan ditambah dengan fla. Kalau anak-anak dikasih seperti itu tidak mau makan. Apakah SPPG tidak bisa memenuhi menu yang menarik untuk anak-anak sekolah,” ungkap AN.

Menurut AN, menu ketan-mangga dicampur fla dicampur dengan sejumput keju, sebutir telur dan selembar selada terlalu irit. Apalagi dengan nominal rupiah yang sama, semestinya SPPG dapat meniru menu dapur lain di luar Ngawi yang menyajikan makanan menarik dan bergizi untuk disantap penerima manfaat.

Ia menuturkan bagi anak-anak yang tidak menyantap MBG biasanya dimasukkan dalam tempat makan untuk dibawa pulang. Soal setelah tiba dirumah dimakan atau sebaliknya, dirinya tidak mengetahuinya.

AN menuturkan bila dapur SPPG hanya memberikan menu seperti tempe, tahu dan telur maka orang tua siswa mampu membuatnya sendiri. Semestinya menu MBG yang disajikan kepada siswa harus bergizi dan kaya protein.

“Hari ini menunya juga telur lagi, tahu kukus dan sayuran kobis kacang panjang direbus,banyak anak-anak yang ogah makan,” jelasnya.

Tak hanya itu, dirinya pernah mendapati menu MBG yang diompreng ditulis sambel lalapan. Namun setelah dibuka ternyata saos sambal sachetan.

Ia mengatakan dirinya sudah acapkali mengkomplain menu MBG yang disajikan SPPG. Bahkan sering mengirim menu dari SPPG lain. Namun, keluhannya hanya ditanggapi akan menjadi pertimbangan.

“Sudah dikomplain. Hanya ditanggapi jadi pertimbangan. Kalau SPPG lain diluar Ngawi itu bagus. Jadi anak-anak tertarik untuk makan,” tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Desa Ngancar, Nurhadi Hamdani yang menyesalkan sajian menu MBG berisi ketan-mangga dan telur. Menurutnya, menu MBG yang disajikan seharusnya disukai dan bergizi bagi anak-anak.

“Menu seperti itu sudah terlalu. Nalurinya kemana. Semestinya SPPG menyajikan menu yang bergizi,” tutur Nurhadi.

Bagi Nurhadi menu MBG berupa ketan-mangga tidak cocok untuk siswa sekolah. Menu seperti itu dianggap baru dan tidak disukai anak-anak di desanya.

Sementara itu, Asisten Lapangan SPPG Ngawi-Pitu-Ngancar, Ahmad Khudhori mengatakan menu MBG berupa ketan-mangga disajikan atas permintaan dari penerima manfaat.

“Menu (ketan-mangga) itu menjadi varian. Dan itu permintaan dari penerima manfaat melalui akun sosmed SPPG,” kata Ahmad.

Ahmad menjelaskan menu MBG yang disajikan di SPPGnya didistribusikan 19 sekolah dan 14 posyandu. Perihal menu telur yang dikeluhkan penerima manfaat, Ia berdalih lauk telur disajikan dalam menu MBG paling banyak dua kali dalam seminggu. Sementara untuk susu kotak tidak boleh lagi diberikan sebagai sajian MBG oleh BGN.

Reporter : Mei Irmayanti

Editor : Wasono

Bagikan:

Bagikan

Pengunjung

Kunjungan Hari Ini584
Pengunjung Hari Ini525
Total Kunjungan39,788
Total Pengunjung29,819
Pengunjung Online8