Bupati Minta Desa Transparan soal BLT Bondowoso yang Dianggarkan dari Dana Desa

Kh. Salwa Arifin, Bupati Bondowoso saat dikonfirmasi wartawan

BONDOWOSO, Terbitan.com – Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) dari pemerintah pusat di kabupaten Bondowoso molor. Lantaran pendataan di desa belum rampung.

Di mana, keluarga penerima manfaat (KPM) di desa akan menerima penyaluran uang BLT sebesar Rp600 ribu per bulan. Diterima selama tiga bulan.

Bacaan Lainnya

Bupati Bondowoso, KH. Salwa Arifin saat dikonfirmasi media mengatakan, kendala pencairan BLT ini tidak hanya di Bondowoso saja. Melainkan di beberapa kabupaten lain di seluruh Indonesia juga sama.

Kendatinya, bupati sangat mengkhawatirkan kondisi aparat desa. Dia menganggap kurang memperhatikan instruksi dari pemerintah pusat.

“Saya sangat khawatir persoalan BLT ini, terutama aparat desa. Supaya mereka tahu kalau ini betul-betul sudah instruksi dari pemerintah pusat,” paparnya, Senin (4/5/2020).

Bupati Salwa berharap, persoalan ini harus benar-benar disampaikan juga kepada masyarakat. Karena pihaknya tetap berupaya semaksimal penanganan BLT di tengah pandemi Covid-19 ini.

Ditanya soal kapan pencairan BLT, bupati Salwa menjelaskan bahwa perkiraan bulan Mei ini BLT sudah cair. Karena itu menyangkut kebutuhan masyarakat apalagi di tengah pandemi ini.

“Memang saat ini kebutuhan masyarakat sangat mendesak. Terutama menjelang hari Raya ini,” jelasnya.

Kendati demikian, bila mana ada warga yang belum masuk data di BLT. Maka Pemerintah daerah belum bisa menggunakan Anggaran lain, seperti APBD 

“Karena kemampuan kita belum mampu kesitu. Mungkin nantinya akan dicarikan solusi lain,” pungkassnya.

Pos terkait