Bupati Pamekasan Usai Sholat Idul Adha, Serahkan Hewan Qurban ke Takmir Masjid Asy-Syuhada

PAMEKASAN, terbitan.com – Usai menunaikan ibadah sholat sunnah Idul Adha 1441 Hijriah/2020 Masehi di Masjid Agung As Syuhada Pamekasan, Bupati Pamekasan H. Baddrut Tamam, langsung menyerah satu ekor sapi Qurban kepada takmir Masjid.

Dalam pantauannya tampak Bupati didampingi Wakil Bupati Raja’e, Sekda Totok Hartono, Forkopimda. Langsung menyerahkan hewan qurban tersebut kepada Ketua Takmir Masjid Asy Syuhada KH. Ach. Baidawi Absar. Bupati H. Baddrut Tamam, dalam sambutanya mengatakan, dirinya bersama bapak wabup mengucapkan selamat Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah.

Bacaan Lainnya

“Semoga pegorbanan Nabi Ibrahim dan Putranya Ismel mengalir kepada perilaku kita semua. Atas nama Pemerintah Kabupaten Pamekasan beserta staf dan keluarga, kami mengucapkan selamat hari raya Idul Adha. Semoga kegiatan ibadah dan sosial di masjid agung As Syuhada ini bisa menjadi inspirasi bagi masjid-masjid lainnya,”ucapnya, Jumat (31/07/2020), pagi.

Bupati menambahkan, pada kesempatan tersebut Pemkab pamekasan juga menyerahkan satu ekor sapi qurban yang cukup besar yang nantinya dagingnya akan diserahkan kepada masyarakat tidak mampu dan kaum dhuafa.

“Melalui momentum Idul Qurban ini, apa yang telah kita qurbankan akan semakin menambah kepekaan sosial kita kepada warga tidak mampu. Ibadah qurban tidak saja berdemensi spritual tapi juga sosial,” jelasnya.

Selanjutnya bupati mendoakan supaya kesehatan seluruh takmir masjid dan jemaah di jaga oleh Allah SWT. Kami juga berjanji untuk menambah anggaran masjid agung Asy Syuhada.

Sementara, Kepala Bagian Kesra Setdakab Pamekasan Halifathorrahman menambahkan, dalam kegiatan Idul Qurban ini pihak pemkab tidak mendistribusikan daging, tetapi meyalurkan hewan qurban ke beberapa yayasan dan Masjid yang tersebar di 13 kecamatan Menurutnya pada Tahun ini yang diserahkan langsung oleh Pemkab ada 65 kambing dan 13 sapi yang tersalurkan.

“Pada tahun ini kita salurkan langsung hewan qurban kepada beberapa Yayasan dan Masjid. Hal ini dilakukan untuk menghindari kerumunan massa. Dan tentunya mematuhi standar protokol covid-19,” pungkas Mamang sapaan akrabnya. [Adv]

Pos terkait