Dispendukcapil Sampang Beberkan Harga Alat Cetak e-KTP

Plt. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Sampang, Edi Subinto, S.Pd.

SAMPANG, Terbitan.com – Dalam upaya meningkatkan dan mempermudah pelayanan administrasi kependudukan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Sampang berupaya meningkatkan pelayanan satu pintu di Desa.

Selain dengan cetak mandiri yang telah diterapkan sejak beberapa bulan terakhir, Dispendukcapil Sampang juga menyarankan terhadap Desa untuk dapat segera berkoordinasi dalam menyukseskan pelayanan satu pintu di Desa.

Bacaan Lainnya

Menurut Plt. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Sampang, Edi Subinto, S.Pd. mengatakan sejauh ini dari 180 Desa baru ada lima Desa yang sudah ia dampingi dalam melakukan pelayanan satu pintu Desa.

“Yang sudah berjalan ada lima Desa dari delapan Desa yang mendaftar, yang tiga Desa saat ini proses pendampingan, di lima Desa itu semua pendaftaran administrasi kependudukan sudah satu pintu di Desa. Kecuali cetak KTP dan KIA (Kartu Identitas Anak) itu pun akan dibantu diambil oleh perangkat Desa,” katanya saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (26/11/2020).

Edi sapaan akrabnya menambahkan, beberapa waktu lalu pihaknya mengaku sudah melakukan Rapat kerja (Raker) dengan seluruh perangkat Desa se kabupaten Sampang dalam rangka pelayanan satu pintu di Desa ini.

“Sudah kami kumpulkan semua perangkat Desa dan sudah kami sampaikan manfaat dari pada kemudahan pelayanan satu pintu ini, meski memang harus ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh Desa untuk bisa melakukannya,” tambahnya.

Dijelaskannya, Desa setidaknya harus punya lima item yang harus dipenuhi, di antaranya Komputer, Scanner, Printer, dan Operator serta Jaringan Internet. Dengan begitu menurutnya Desa akan memiliki kemajuan dalam melayani rakyatnya.

“Jika semua itu sudah lengkap dan siap, kami akan memberikan pendampingan terhadap Desa hingga betul-betul paham sebelum kami lepas, kami tidak hanya mendampingi sekali dua kali, melainkan hingga betul-betul bisa,” jelasnya.

Disinggung mengenai seumpama ada salah satu Desa ada yang siap menganggarkan untuk pembelian alat cetak e-KTP, ia mengaku sangat mengapresiasi serta akan berkoordinasi dengan pihak pusat bahwa wilayahnya sudah melakukan pelayanan hingga tingkat Desa.

“Akan kami sampaikan ke pusat, dan tentu secara blangko e-KTP akan kami suplay dan biar mereka mencetak sendiri di Desa, meski bukan prioritas bagi kami tentu itu membanggakan. Untuk harga alat cetak itu sekitar Rp.60 Jutaan,” pungkasnya. (Adie)

Pos terkait