Gerakan Literasi Daerah, Upaya Menumbuhkan Minat Baca Masyarakat Bondowoso

  • Bagikan
Sambutan Bupati Bondowoso Drs.KH Salwa Arifin di Gerakan Literasi Daerah (Gelida)

BONDOWOSO, Terbitan.com – Sejumlah program unggulan untuk memberantas tuna aksara sekaligus meningkatkan keterampilan membaca masyarakat terus dilakukan oleh Pemerintah.

Upaya itu salah satunya dilakukan lewat program melalui Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kabupaten Bondowoso mencanangkan Gerakan Literasi Daerah (Gelida)

Pencanangan tersebut digelar di pendapa Bupati Bondowoso, dengan pemberian 450 buku secara simbolis, Kamis (08/04/2021).

Sambutan Bupati Bondowoso Drs. KH Salwa Arifin menerangkan, berdasarkan survei yang dilakukan UNESCO, minat budaya baca masyarakat rendah karena tidak dianggap sebagai kebutuhan.

Untuk itu, masyarakat perlu didorong untuk lebih gemar membaca dengan diimbangi ketersediaan bahan pustaka lengkap dan berkualitas.

Baca juga:  Bupati Bondowoso Digugat Bawahannya di PTUN Surabaya

“Melihat fungsinya sebagai wahana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Perpustakaan menjadi salah satu komponen penting dalam peningkatan SDM,” Katanya

Bupati Salwa berharap, Gerakan Literasi Daerah juga mampu mempercepat tercapainya peningkatan indeks pendidikan dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Membaca membuka jendela dunia. Tidak hanya meningkatkan kecerdasan intelektual, namun juga kecerdasan emosional dan spiritual. Agar kita lebih siap menghadapi tantangan dibera globalisasi dan keterbukaan,” Ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, Drs. Hasto Hendarto mengatakan, Bondowoso satu-satunya kabupaten yang mencanangkan gerakan literasi hingga ke tingkat kecamatan dan desa.

Baca juga:  Bupati Bondowoso Digugat Bawahannya di PTUN Surabaya

” Kalau yang lainnya hanya tingkat kabupaten saja,” akunya.

Menurutnya, minat baca hasil kajian Pemprov Jatim melalui tim independen, pergerakan minta baca naik tajam. Dari 42 persen pada tahun 2010, tercatat minat baca masyarakat melonjak menjadi 75 persen pada 2018.

” Dua tahun ini, mulai 2019 sampai 2020 sudah beralih dari minat baca menjadi gemar membaca. Melompat lagi literasi membaca,” katanya.

Pada tahun 2019, kegemaran membaca masyarakat Jawa Timur berada di urutan kedua setelah Yogyakarta, yakni sebesar 62,37 persen. Lalu pada 2020, angka tersebut naik menjadi 63 persen lebih.

Baca juga:  Bupati Bondowoso Digugat Bawahannya di PTUN Surabaya

” Indikatornya jelas. Frekuensi membaca dalam seminggu 4 kali. Durasi membaca satu hari bisa 1-2 jam,”pungkasnya.

Berdasarkan Data Balitbang Kemendikbud, menempatkan minat baca Jawa Timur di peringkat 25 dari 34 Provinsi dengan poin 33,18 Tahun 2020.

  • Bagikan