Koperasi Tani Bersatu Sampang Siap Tiru Kampung Ternak di Bondowoso Tanpa Ngarit

BONDOWOSO, Terbitan.com – Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kurang lebih 40 anggota dari Koperasi Tani Bersatu (KTB) Kabupaten Sampang, Madura, lakukan study banding ke kampung ternak sapi dan domba di Desa Karanganyar, Kecamatan Tegalampel, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Minggu (2/2/2020)

Kedatangan KTB, guna mempelajari berbagai hal di kampung ternak modern tersebut. Mulai dari pembuatan kandang, perawatan domba dan sapi, pemberian pakan tanpa harus mengrit, hasil perbulan berapa dan pembuatan pakan hingga pembentukan mitra.

Baca Juga :

Ketua Koperasi Tani Bersatu, H Agus Wiji mengatakan, dirinya sengaja study ke Bondowoso, dengan tujuan untuk mengembangkan peternakan di Sampang.

“Sampang adalah wilayah yang cocok untuk pengembangan ternak. Potensinya sama dengan di sini, atau bahkan lebih baik karena di Sampang banyak lahan yang kosong,” kata Wiji usai lakukan study banding.

Mengingat usaha ternak di Bondowoso ini, sambung Wiji, dinilainya cukup dikenal dan sukses. Terutama perihal peternakan kambing atau dombanya.

“Maka kami ingin belajar di sini. Dari 40 orang yang ikut, mereka sangat antusias. Insyaallah setelah pulang semuanya akan mengembangkan usaha seperti disini,” paparnya.

Sementara lanjut dia, ada beberapa hal yang perlu dijadikan percontohan di Sampang. Yakni diantaranya, pakannya tidak perlu menggunakan rumput tapi pakai konsentrat.

“Di Sampang masih menggunakan semua jenis rumput. Sehingga kalau menangani dua ternak saja bisa kewalahan. Di sini 25 kambing ternyata cukup satu orang. Untuk memberi munum dan minum. Hal ini yang perlu diterapkan,” ucapnya.

Dijelaskannya juga, bahwa jenis ternak di Sampang tidak jauh berbeda. Cuma kultur untuk sapi, biasanya menggunakan Sapi Madura.

“Kambingnya bukan domba, tapi domba juga ada. Nanti juga dikembangkan kambing atau domba,” sambungnya.

Sementara Pembina Koperasi Tani Bersatu, Rudi menjelaskan, bahwa study pertama di Bondowoso ini akan ditindaklanjuti secara teknis.

“Contohnya bagaimana tata kelola koperasi, dalam rangka memanej mitra, menghubungkan dengan pembiayaan. Itu penting bagi kami,” katanya.

Menurutnya, jumlah SDM yang dimiliki memadai. Sementara kultur Sampang-Bondowoso itu tidak jauh beda. “Itu modal. Apalagi orang Madura, termasuk orang Madura di Bondowoso ini punya kemauan yang keras,” jelasnya.

Selanjutnya kata dia, tinggal bagaimana masyarakat, koperasi dan pemerintah bersatu untuk memajukan Sampang di bidang peternakan. “Masyarakat di Sampang punya semangat, sudah jalan kegiatannya,” imbuhnya.

Peternakan di bawah koperasinya tersebut, masih mengembangkan sapi. “Ada beberapa kelompok yang sudah kita bina. untuk kambing, saya rencanakan ada di 14 kecamatan, dan setiap kecamatan dikembangkan ke desa-desa,” jelasnya saat dikonfirmasi.

Pihaknya pun juga segera mengusulkan ke Bupati Sampang, agar setiap desa ada satu mitra, dengan memanfaatkan dana yang ada di desa.

“Selain study banding ke Kampung Ternak Desa Karanganyar Kecamatan Tegalampel Bondowoso. Koperasi Tani Bersatu, juga sudah studi tiru di Magetan,” pungkasnya.

Terbitan Terkait