Pemkab Bondowoso Studi tiru di Pemkot Jogja, Tingkatkan Predikat SAKIP

H Irwan Bachtiar Rahmat Wakil Bupati Bondowoso

BONDOWOSO, Terbitan.com – Pemerintah Kabupaten Bondowoso memperoleh predikat “BB” pada Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) secara berturut-turut sejak tahun 2017 lalu.

Karena pandemi Covid-19, Pemerintah Daerah Bondowoso menggelar studi banding (tiru) dengan model video conference pada Pemerintah Kota Jogjakarta, Jawa Tengah.

Bacaan Lainnya

Studi banding virtual itu dilaksanakan di Aula Sabha Bina 1 Pemkab setempat, dengan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Irwan Bachtiar Rahmat, Selasa (21/7/2020).

Menurut Wabup Irwan, pihaknya belajar tentang perolehan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) Pemkot Jogja yang mendapat predikat “A”.

“Bondowoso kan masih mendapat BB,”jelas Wabup.

Ia menuturkan bahwa dari studi banding itu ada hal yang memang masih perlu disempurnakan oleh Pemkab Bondowoso utamanya dalam pemanfaatan IT. Untuk itu pihaknya akan membangun smart city sebagaimana konsep yang dilakukan oleh Pemkot Jogja.

“Dengan smart city semuanya terintegrasi, semuanya sistem IT, sistem komputer, ini yang mempercepat kinerja yang bisa membawa Bondowoso lebih maksimal,”ujarnya.

Rencananya konsep smart city ini akan dilakukan pada tahun 2021.

Kepala Dinas Komunikasi, dan Informasi Bondowoso, Haeriyah Yuliati, menjelaskan, rencana smart city ini sebenarnya masuk dalam bagian Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE). Yakni bagaimana masyarakat bisa memperoleh kemudahan dalam pelayanan dengan pemanfaatan teknologi.

“Itu menjadi salah satu bagian dalam penilaian SAKIP,”tuturnya.

Ia menerangkan, di Pemkot Jogja sendiri pelayanan di bidang kesehatan, kedarurtan, kepegawaian, kemasyarakatan telah berbasis elektronik. Karena itu harapan Bondowoso bisa mereplikasi hal itu pada tahun 2021 melalui smart city ini.

“Terkait smart city ini lebih kepada bagaimana kita menjembatani OPD memberikan pelayanan kepada masyarakat. Arahnya lebih kesana, kalau pun ada masyarakat yang belum terjangkau jaringan, OPD kan memiliki terobosan,”pungkasnya.

Pos terkait