Perjuangan Hidup Toger Yang Ada Bekelainan fisik Diusia Remaja Karna Jalani Kehidupan

MUARA TEWEH, terbitan.com – Beberapa pengurus Dewan Perwakilan Cabang Ikatan Penulis dan Jurnalis Indoneaia (DPC IPJI) Barut saat silaturahim kerumah Salah satu anak yang berusia (14 thn) sebut saja Toger yang tidak bisa melihat normal, sebab ada kulit yang menutup bola matanya. bentuk telinganya juga terlihat tidak normal akan tetapi fungsi pendengaranya baik.

Toger tinggal di Rumah Lanting (rumah terapung di pinggir Sungai Barito-red), tepatnya di RT.05 Kelurahan Melayu, Kec. Teweh Tengah. Kab. Barito Utara, Kalimantan Tengah itu pun ikut Darma pamannya .

Bacaan Lainnya

” Toger yang 3 bulan terpisah dari orang tua kandungnya,diasuh oleh Darma pamannya, menderita penyakit bawaan lahir di matanya, memiliki telinga tidak normal dan tidak cakap berbicara, menjadikannya menjadi anak yang hidup sangat memprihatinkan. Dia sangat tidak beruntung.

Namun ia beruntung ada Darma pamannya, walau pun Darma pamanya hidup pas pasan,ia memelihara Toger seperti anak kandungnya sendiri.

Toger diusia remajanya terlihat tidak seriang teman-teman seusianya jadi iya memilih menyendiri dan memilih dari jauh melihat teman seusiannya bermain dan bercanda gurau riang.

Ia, tidak bersekolah dan ingin bersekolah tapi seolah tak berdaya karena hidup dalam keluarga tergolong miskin.

Ia, hanya bisa melihat teman – temannya berangkat dan pulang sekolah. Didorong keingin tahuannya kemana teman-temannya pergi membawa buku dan berseragam, iya pernah diam diam mengikuti teman- temannya sampai ke sekolah jadi hanya bisa diam terpaku, hanya bisa melihat dari luar pagar sekolah.

Darma, si paman baik dan pahlawan Toger berharap ada dermawan dan pemerintah yang bersedia membantu perobatan penyakit keponakannya.

Si pahlawan ini berharap keponakannya dapat sembuh, berkesempatan mengecap pendidikan dan sitoger dapat bermain riang dengan anak seusianya.

Seketaris DPC IPJI Barut Harianja mengatakan,” Pilu. Satu kata ini sangat terasa menusuk hati ketika melihat langsung sianak remaja ini hanya diam tanpa semangat bersama keluarga pamannya.

” Dan bahkan ternyata Toger bukanlah anak kandung keluarga yang memeliharanya yang sejak baby usia 3 bulan diasuh oleh pamannya.

Lanjut Harianja Perih, kata ini berontak dan seketika ada dalam hati rasa dan pikiran.
Toger yang berkulit putih langsat ini diusia sangat belia sudah mengalami kehidupan yang sangat berat,”ucap Harianja

Toger sianak asli Desa Lemo ini, tidak bisa melihat
normal, sebab ada kulit yang menutup bola matanya. Bentuk telinganya juga terlihat tidak normal akan tetapi fungsi pendengaran nya baik.

Akan tetapi dia yang seharusnya menikmati indahnya usia 16 an, tidak bisa dia raih. Asa sulit digapai apa lagi Toger tidak lancar berbicara.

Harapan saya Kepada Pemerintah dan para dermawan yang ingin membantu penderitaan si Toger, dapat menghubungi DPC IPJI Barut,”pungkasnya (Iwan)

Source:

Pos terkait