Ramadhan di Pandemi Corona, Pemkab Bondowoso Terbitkan SE Panduan Ramadhan

  • Bagikan

BONDOWOSO, Terbitan.com – Upaya Pemkab Bondowoso memutus rantai penyebaran Covid-19. Bupati Bondowoso KH. Salwa Arifin mengeluarkan Surat Edaran (SE) mengenai pembatasan kegiatan masyarakat di bulan suci Ramadhan 1441 Hijriyah.

Dalam surat edaran nomor 450/210/430.4.3/2020, yang dilihat memoindonesia.com Kamis (23/4/2020), tentang kegiatan ibadah di bulan suci ramadhan dan idul fitri 1441 H dalam pencegahan penyebaran corona virus diasease, Bupati Bondowoso menyampaikan 12 poin imbauan. Diantaranya:.

Kepada umat islam agar memanfaatkan bulan suci ramadhan untuk mendekatkan diri Kepada ALLAH Subhanahu wata’ala dengan memperbanyak bersolawat, istigfar, berdoa, membaca Al-Qurán. Memperbanyak infaq serta menjauhi segala bentuk maksiat agar dijauhkan dari musibah wabah COVID 19 dan menghormati Kesakralan Bulan Suci Ramadhan.

Menghimbau seluruh masyarakat untuk tidak melakukan aktifitas mudik / pulang kampung serta m3mperhatikan hal-hal sebagai berikut:

Meniadakan kegiatan buka bersama dan sahur bersama (iftar Jamai). Melaksanakan kegiatan tilawah atau tadarus Al-Quran dirumah masing-masing. Sedangkan Tilawah Atau Tadarus Al-Qurán di masjid/Mushalla hanya dilaksanakan oleh beberapa orang (Maksimal 5 orang) yang ditetapkan oleh pengurus dengan memberlakukan (SOP) dari protokol Kesehatan COVID 19 dan memanfaatkan para Huffat Al-Qur’an.

Meniadakan kegiatan Peringatan Nuzulul Qurán secara berkelompok atau dalam bentuk pengumpulan massa, baik diadakan oleh Lembaga Pemerintah, Swasta, Ormas, Masjid, Musholla maupun kelompok masyarakat tertentu.

Tidak melaksanakan takbir keliling pada malam idul fitri. Cukup melakukan takbiran di dalam masjid/muhalla oleh beberapa orang saja maksimal lima (5) orang dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid 19.

Miniadakan kegiatan silaturrahim atau halal bihalal yang sifatnya berkumpul di masjid/mushalla dan tempat umum lainnya baik diadakan oleh lembaga Pemerintah, Swasata, Ormas, Masjid, Mushalla maupun kelompok masyarakat tertentu.

Bupati Salwa menginstruksikan kepada camat, Kepala Desa/Lurah, Ketua RW/RT, Pengurus Masjid/Mushalla, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat untuk melakukan pengawasan, mengedukasi, menertibkan dan memberikan teguran terhadap anggota masyarakat yang melanggar hal-hal yang diantaranya telah disebutkan di atas.

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: