Sekda Syaifullah : Covid-19 Juni Belum Selesai, Bondowoso Dipastikan Perlu Tambahan Dana

BONDOWOSO, Terbitan.com – Diprediksi penanganan virus corona disease (Covid-19) akan menguras anggaran. Baik itu sumber dana APBN maupun APBD Pemkab Bondowoso.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso mengatakan bahwa langkah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) saat ini memang berat. Dia meminta semua Dinas untuk mengerjakan kegiatan prioritas setelah anggaran ditarik 50 persen Oleh pemerintah pusat.

Bacaan Lainnya

“Kalau Juni Covid-19 masih terus seperti ini mungkin kita perlu tambahan lagi,” katanya, usai rapat anggaran penanganan Covid-19 di ruang rapat Sekda, Rabu (29/4/2020).

Sejatinya, penarikan anggaran mengakibatkan pembangunan terhambat. Namun, infrastruktur yang memerlukan pembangunan tahun ini tidak bisa ditunda, misalnya jembatan di jalan Panjaitan yang sudah mulai bergetar.

“Itu kalau tidak dibangun tiga bulan ini pasti ditutup,” paparnya.

Intuksi pemerintah pusat tersebut tercantum dalam SKB Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan no 119/2813/SJ dan no 117/KMK/07/2020 tentang Percepatan Penyesuaian APBD Tahun Anggaran 2020 dalam rangka Penanganan Covid-19 serta Pengamanan Daya Beli Masyarakat dan Perekonomian Nasional.

Selain itu, jelang Hari Raya Idul fitri 1441 H, pejabat eselon 2 dipastikan tidak dapat menerima Tunjangan Hari Raya. Namun hal tersebut tidak berdampak apapun dibanding pemotongan anggaran daerah oleh pusat.

” Makanya saya bilang nggak usah ekspansi dulu terhadap kegiatan. Bertahan hidup dulu aja,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pemkab Bondowoso merasionalisasi anggaran sebesar 50 persen dari total anggaran belanja yang sudah dialokasikan pada APBD Bondowoso tahun 2020.

Hal ini merupakan intruksi pemerintah pusat, dimana 50 persen anggaran dari hasil rasionalisasi akan dialihkan untuk penanganan wabah virus corona atau Covid-19.

Pos terkait