Warga Desa Tongka Geger Makam Pejuang Kemerdekaan Dibongkar OTD, Polisi Diminta Yayasan Lujet Mengusut Tuntas

 

MUARA TEWEH, terbitan.com – Peristiwa yang menyayat hati dan memilukan Masyarakat Warga Desa Tongka ,Kecamatan Gunung timang, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah digegerkan dengan adanya pembongkaran galian yang diduga Makam Pejuang Kemerdekaan dijarah oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,

Baca Juga :

” Dibongkarnya lokasi makam yang sangat di sakralkan oleh warga setempat tidak lain ingin mengambil benda yang turut dikubur berupa barang antik dan lain-lain.

Menurut tokoh masyarakat Ketua Adat Bulat J mengatakan,” tokoh pejuang yang dibongkar makamnya ini sahabat dekat Pangeran Antasari,”ucapnya Rabu 13/05/2020

Dilokasi dibongkarnya makam ini dulu ada sebuah benteng Pertahanan. Namanya Benteng Ingai yang terbuat dari bambu(tamiang) tidak jauh dari makam ini juga masih ada peninggalan pangeran antasari berupa pohon manggis yang di tanam beliau.

Kami dari warga masyarakat Desa Tongka sangat keberatan adanya penggalian yang kami anggap sakral dan sejarah bagi ka4mi,”ungkapnya

“Leni,Ketua Yayasan Lumbing Jewata Tongka saat dalam kegiatan investigasi mengatakan, sangat menyayangkan peristiwa ini sampai terjadi, Karena Desa Tongka adalah Desa yang penuh dengan riwayat perjuangan bahkan terkenal sampai Negeri Belanda.Dinegeri Kincir Angin tersebut Lukisan perjuangan ada disimpan yaitu Lukisan Kebesaran Benteng Ingai.

Leny, aktivis ini berharap pihak Pemerintah Desa Tongka segera melakukan Investarisasi semua situs sejarah yang ada di desa Tongka.

Pihak Yayasan Lumbing Jewata Tongka dengan senang hati membatu mendaftarkan Situs tersebut agar bisa menjadi harta kekayaan Barito Utara agar pemeliharaan dan penggelolaan bisa dilaksanakan oleh pihak Pemda berkerjamasa degan Yayasan Lumbing Jewata Tongka ataupun Pemdes,”katanya

“Sangat miris, sangat menyayat hati, sangat memilukan” kata Leny ( Ketum Yayasan LUJET-red) sembari mengusap air matanya.
“Apa salah makam ini, kenapa yang seharusnya dijaga oleh warga dan pemerintah malah dirusak, dijarah isinya.”. Tambahnya marah.
“Ini pidana, saya akan lapor ke polisi”, tandasnya lagi.

“Tiga makam yang dibongkar diarea pemakaman tua yang dulunya tempat tersebut adalah Benteng Pertahanan perang Gerilya pejuang dari Banjar yaitu Raja Banjar dari Keturunan Tumenggung Lumbing sebagai leluhur penduduk Desa Tongka,” Leni menceritakan.

Lanjun Mess Leni, Sejarah kakek moyang kita ini sangat terkenal bahkan ke negeri Belada. Ada lukisan perjuangan disimpan yaitu Lukisan Kebesaran Benteng Ingai.Maka saya meminta kepada warga agar menghormati para leluhur.

“Saya berharap Pemda Barito Utara peduli terhadap semua situs situs berserah yang ada di wilayah Barito Utara ini. Saya akan bantu mewujudkan situs ini, ini ada pengakuan dari pemerintah” terangnya berharap generasi muda khususnya mengenal dan menghargai situs situs bersejarah yang ada di Barito Utara.

Himbauan dan harapan yang disampaikan Oleh Ketum Yayasan Lumbing Jewata
ini sangat beralasan, mengingat sejak tahun 2014 atas kesepakatan bersama para penduduk Desa mendirikan Yayasan LUJET dengan Maksud dan tujuan melestarikan adat budaya, situs sejarah sekaligus membantu Pemdes untuk mendapatkan Hak Kelola atas Hutan di Desa Tongka. Maraknya investasi berbasis industri yang berpotensi menghilangkan keasrian dan kelestarian alam serta menghilangkan riwayat Sejarah Desa Tongka.

Didalam kesempatan itu juga Ketua Umum Langsung mengintruksikan kepada Ketua Harian Yayasan Lumbing Jewata Jamhermato dan Salah satu pendiri Yayasan Tokoh masyarakat Desa Bapak Edy Sumantri agar bersama sama Dengan Pemdes segera membuat pelaporan atas penjarahan tersebut ke Polsek Gunung Timang.

Dan segera menginisiasi secara Intens ke Pihak Pemdes Tongka agar segera mengeluarkan rekomendasi dan menyusun Perdes tentang Hutan Desa/hutan Adat.

“Saya berharap pihak kepolisian serius mengungkap kasus biadab ini” tegas Leny menutup pernyataannya.(Iwan)

Source:

Pos terkait