Kejari Bondowoso Umumkan Calon Tersangka Kades Sempol, Kerugian DD

  • Bagikan
Sucipto SH, Kasi Intel saat konferensi pers di Kejaksaan Negeri Bondowoso

BONDOWOSO, Terbitan.com – Dana Desa, Kepala Desa di Bondowoso Harus Berurusan dengan Penegak Hukum

Konferensi pers Kejaksaan Negeri Bondowoso terkait kasus korupsi dana desa yang dilakukan oleh Kepala Desa Sempol, Kecamatan Ijen, Bondowoso, Jawa Timur, Rabu 10 Februari 2021.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Bondowoso, Sucipto mengatakan, peralihan penyelidikan dari Kasi Intel kepada Pidsus soal penanganan tindak pidana korupsi yang dilakukan Kepala Desa itu bernama Hartono.

Sehingga saat ini ia harus berurusan kembali dengan penegak hukum atas kasus korupsi dana desa (DD).

Adapun DD tersebut dianggarkan untuk BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) dan pembangunan infrastruktur. Namun kegiatan tersebut tidak dilaksanakan.

Akibat dari perbuatan pelaku Hartono, kata Sucipto, maka kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 500 juta.

“Bersama Inspektorat Bondowoso kami sudah limpahkan kasus tersebut. Sesuai petunjuk pimpinan segera ditindaklanjuti ke tahap penyidikan,” ungkapnya pada wartawan.

Menurutnya, berdasarkan petunjuk Kejaksaan Agung yang baru, penetapan tersangka tidak harus menunggu hasil perhitungan kerugian negara.

“Namun dengan adanya dua alat bukti yang cukup, sudah bisa menetapkan tersangka. Itu penting Kejagung yang baru,” paparnya.

Lanjut Sucipto menjelaskan modus yang dilakukan adalah memanipulasi penggunaan uang. Seolah-olah telah digunakan untuk kepentingan BUMDes.

“Ternyata hasil penyidikan dan audit Inspektorat bahwa dana itu tidak digunakan untuk itu. Tapi digunakan untuk kepentingan pribadi,” paparnya.

Selain itu, ada kegiatan infrastruktur yang seharusnya selesai pada Tahun 2017-2019 tetapi tidak dikerjakan sampai rampung.

“Ada separuh pekerjaan yang belum dikerjakan. Setelah dihitung kekurangan itu sekitar Rp 560 juta,” paparnya.

Sementara untuk Hartono sudah ditahan di Lapas Klas II B Bondowoso karena kasus lain. Yakni korupsi DD untuk Getar Desa.

Sebelumnya mantan Kepala Desa Sempol Hartono dipidana April 2020 lalu, karena kasus korupsi. Dimana berdasarkan putusan nomor 140/PID.SUS/TPK/2019/PN.SBY, 14/4/2020 Harto terbukti bersalah melakukan korupsi, dan divonis 1 tahun dengan denda Rp 50 juta.

  • Bagikan