14 Ibu Rumahtangga Geruduk Kantor Bupati Labuhanbatu Diduga Ada Hubungan Politik Pilkada

LABUHANBATU, terbitan.com – Kantor Bupati Labuhanbatu didatangi empat belas orang ibu rumah tangga dan ingin bertemu dengan Bupati Labuhanbatu H.Andi Suhaimi Dalimunthe, ST.MT. Senin (11/5/2020) untuk mengadukan bahwa mereka belum pernah terima bantuan apapun dari Pemerintah.

keempat belas ibu – ibu ini meminta kejelasan supaya mereka dapat bantuan dari pemerintah baik melalui bantuan Persiapan Keluarga Harapan (PKH) ataupun program bantuan lainnya.

Bacaan Lainnya

Keempat belas ibu rumah tangga tersebut langsung ditemui oleh Kadis Sosial Kabupaten Labuhanbatu Zainudin dan Camat Rantau Utara Turing Ritonga dan memberikan penjelasan kepada masyarakat bahwa ada mekanisme yang harus dilalui untuk memperoleh bantuan PKH, dengan menyerahkan data ke kantor kelurahan.

Seseorang ibu yang sedang menggendong anaknya yang diketahui bernama Nur Aini Rambe warga di Lingkungan Terminal Kelurahan Padang Bulan Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu tetapi alamat di kartu Keluarganya diMusholla Sumber Beji Kelurahan Padang Bulan.

menyampaikan keberatan dan tidak terima atas saran Camat Rantau Utara dan Kepala Dinas Sosial, dengan alasan sudah habis KK nya (kartu keluarga nya) untuk di photo copy dan diserahkan kepada Kelurahan dan Kepling, sebutnya.

Setelah dilakukan kroscek Nur Aini yang berteriak – teriak dan mengaku belum pernah menerima bantuan dari pemerintah itu, ternyata pada Kamis (7/5/2020) telah menerima bantuan sembako langsung dari camat Rantau Utara Turing Ritonga dan memiliki dokumen video.

Camat Rantau Utara Turing Ritonga bahwa pada saat menyerahkan bantuan berupa sembako, Camat juga sempat memasangkan masker pada kedua ibu rumahtangga tersebut, jelas Turing Ritonga melalui Telepon selulernya.

Turing Ritonga juga menambahkan bahwa Bupati Labuhanbatu H.Andi Suhaimi Dalimunthe,ST.MT juga pernah menyerahkan bantuan uang tunai kepada ibu Nur Aini sebesar Rp.500.000 dan Asisten 3 Rp.300.000,- ungkapnya.

Kepala Lingkungan Padang Bulan Kelurahan Padang Bulan Kecamatan Rantau Selatan Asmar Saat dihubungi melalui telepon selulernya Selasa (12/5/2020) menyampaikan kepada wartawan bahwa warganya ibu Nur Aini yang mendatangi dikantor Bupati Labuhanbatu sambil teriak – teriak pada Senin (11/5/2020) tidak pernah menerima bantuan itu tidak benar, beberapa kali ini Nur Aini ini telah menerima bantuan.

Asmar menyebutkan beberapa bantuan yang telah diterima oleh Nur Aini Rambe berupa bantuan dari dermawan lingkungan dan Badan Amil Zakat Nasional ( Baznas) Kabupaten Labuhanbatu terdiri dari 4 goni beras dan uang tunai Rp.200.000 terus tidak lama kemudian pengurus Baznas berkunjung lagi kerumah ibu Nur Aini dan diberikan lagi bantuan uang tunai Rp.300.000.

Kepling Lingkungan Terminal ini juga melanjutkan bahwa selang beberapa bulan ibu Nur Aini juga mendatangi Panti Namira dan dari Panti Namira diberikan lagi beras.

Lanjut Kepling pada proses pendataan ibu ini di kasih lagi bantuan dari Bansos dan setelah itu Komunitas Clup Lions beserta warung Belut Pak Iwan juga menyerahkan Bantuan kepada ibu Nur Aini ini, kalau dibilang belum pernah menerima bantuan itu bohong dia, jelas Asmar.

Bupati Labuhanbatu H.Andi Suhaimi Dalimunthe, ST.MT melalui orang utusannya menyampaikan kepada wartawan alasan kuat Bupati tidak mau menemui ke 14 ibu rumahtangga tersebut karena ada informasi kepada Bupati bahwa masyarakat yang terdiri dari ibu – ibu tersebut diduga kuat ditunggangi oleh salah satu Tim Sukses ( Timses) Bakal Calon ( Balon ) Bupati.

Apa yang disampaikan oleh utusan Bupati Labuhanbatu ini sangat masuk akal setelah dicari berbagai informasi bahwa ibu – ibu yang berteriak – teriak tersebut diketahui bernama Nur Aini Rambe sudah beberapa kali menerima bantuan berupa sembako dan juga uang tunai dari pemerintah.

Dari ke 14 ibu – ibu tersebut yang menggunakan baju tidur berwarna biru dan menggunakan masker juga diduga kuat salah satu tim sukses salah satu Balon Bupati Labuhanbatu.

Diminta kepada seluruh masyarakat Labuhanbatu supaya jeli menilai apa yang terjadi, tergantung masyarakat yang menilainya apakah ini setingan untuk menjatuhkan nama baik Bupati Labuhanbatu H.Andi Suhaimi Dalimunthe, ST.MT atau memang benar – benar perjuangan karena belum pernah menerima bantuan dari pemerintah atas dampak pandemi Covid 19.

Kita berharap sebagai masyarakat Labuhanbatu pasti dapat menilai mana yang sungguh – sungguh memperjuangkan hak rakyat kecil atau hanya seolah – olah membuat isu untuk mengambil simpatik dan menjatuhkan lawan politik.

(VanHoten Sitorus)

Pos terkait