Banjir Tujuh Kecamatan di Kabupaten Barito Utara, Miris Ribuan Rumah Warga Terendam

 

MUARA TEWEH, terbitan.com – Di tujuh Kecamatan, kabupaten Barito Utara (Barut) Kalimantan Tengah (Kalteng) Ribuan rumah warga terendam banjir.

Baca Juga :

” Seperti Kecamatan Lahei Barat, Kecamatan Lahei, Teweh Tengah, Teweh Timur, Teweh Baru, Teweh Selatan, Gunung Timang dan Montallat

Ketinggian air berkisar antara 50 centimeter hingga 200 centimeter disebabkan hujan yang melanda kawasan tersebut. Akibatnya kawasan daerah aliran sungai (DAS) Barito meluap sehingga mengakibatkan ribuan rumah warga terendam air.

“Penyebab banjir ini akibat guyuran hujan yang melanda kawasan hulu sungai Barito sejak beberapa hari lalu,” kata Dayat Batara ketua RMPB Barut kepada media online terbitan.com Sebtu 02/05/2020.

Dipaparkannya untuk desa yang berada di kecamatan Barut yang terkena banjir seperti di Kecamatan Lahei Barat semua rumah warga di Desa terendam banjir. Begitupun Kecamatan Lahsei. untuk Kecamatan Teweh Tengah Desa Lemo, Pendreh dan dalam sebagian Kota Muara Teweh juga terendam banjir,” katanya.

Lanjut, Dayat untuk Kecamatan Teweh Baru yang teredam banjir seperti Desa Hajak, Liang Naga, Sabuh, Pananen dan Gandring. Tidak luput juga di dua kelurahan Jambu dan Jingah juga teredam banjir.

Sementara untuk Kecamatan Teweh Timur yaitu Desa Benangen, Benangen I, Benangen II, Benangen III, Benangen V, Wakat dan Liang Buah juga teredam banjir akibat tingginya curah hujan dihulu sungai tewe,” ungkapnya.

Untuk Kecamatan Gunung Timang air luapan sungai Kandui juga merendam Desa Majangkan, Ketapang, Walur, Baliti dan Rarawa.

Hal yang sama banjir juga merendam rumah warga di Kecamatan Montallat seperti Kelurahan Montallat I, dan Montallat II, untuk Desa Paring Lahung, Pepas, Sikan, Ruji, Rubei dan Kamawen.

Banjir juga melanda di Kecamatan Teweh Selatan seperti Desa Bintang Ninggi I, Bintang Minggu II, Butong, Buntok Baru,” terangnya.

Sementara tidak ada korban jiwa dalam musibah banjir ini, namun diperkirakan total keselurah rumah warga di kabupaten Barut yang terendam banjir mencapai 3000 rumah lebih,” ucapnya.

Tidak sampai disini banjir yang sudah dua kali dalam sebulan ini, sungguh membuat perekonomian warga ambruk total di tambah pandemi wabah COVID-19, yang menambah penderitaan warga yang terkena dampak banjir.

Informasi data yang dihimpun Rewalan Muda Peduli Bencana (RMPB) kepada wartawan media terbitan.com sementara warga yang terkena banjir banyak memilih bertahan karena rumahnya bertingkat dan ada juga sebagian sudah mengungsi ke tempat sanak keluarganya.

Melalui RMPB Kabupaten Barito Utara, kami hanya bisa melakukan pemantauan dan membantu warga yang terkena dampak banjir melalui bantuan evakuasi bagi warga yang menghubungi sekretariat kami walaupun dengan sarana yang seadannya.

Sementara untuk bantuan dampak banjir belum ada ke warga karena berbenturan dengan bantuan pandemi COVID-19 yang disebabkan terkendala keterbatasan dana di Pemerintah. Untuk bantuan dari Pusatpun hanya sebagian yang telah disalurkan.

“Untuk bantuan banjir tidak ada sama sekali, karena Pemerintah fokus untuk bantuan terdampak pandemi COVID-19 karena keterbatasan anggaran dana, begitupun bantuan dari pusat hanya sebagian yang sudah tersalurkan seperti sembako,” ujarnya.

Kita menghimbau kepada warga agar waspada terhapap banjir ini, karena instensitas curah hujan yang masih tinggi yang menguyur wilayah Barut ini,” tutupnya. (Iwan)

Source:

Pos terkait