Krisis Blangko e-KTP, Jumlah Suket di Sampang Mencapai 39 Ribu

Edi Subianto, S.Pd., MM. Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data (PIAK dan PD). (Fyan/terbitan.com)

SAMPANG, terbitan.com – Tidak adanya blangko Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) di Kabupaten Sampang, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sampang memberikan Surat Keterangan (Suket) terhadap masyarakat yang memerlukan sebagai ganti e-KTP.

Pasalnya, sejak Juni 2019 Dispendukcapil Kabupaten Sampang mengalami kehabisan blangko e-KTP. Sehingga, suket yang fungsinya sama dengan e-KTP tersebut saat ini mencapai tiga puluh sembilan ribu (39 ribu).

Bacaan Lainnya

“Habisnya blangko e-KTP sejak Bulan Juni 2019, sampai saat ini Suket yang siap cetak atau diganti ke e-KTP mencapai 39 ribu,” ujar Edi Subianto, S.Pd., MM. Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data (PIAK dan PD) saat ditemui terbitan.com, Jumat (17/01/2020).

Kendati demikian, Edi mengaku minggu ini dirinya telah mengirimkan surat pengajuan blangko e-KTP terhadap Pemerintah Pusat sesuai jumlah suket yang siap cetak.

“Minggu ini kami telah mengajukan 39 ribu blangko terhadap Pemerintah Pusat, ya memang mungkin tak akan terpenuhi semua. Kami juga kebingungan nantinya karena yang jelas semua masyarakat membutuhkan e-KTP,” jelasnya.

Pihaknya berharap terhadap masyarakat di Kabupaten Sampang yang usianya sudah mencukupi untuk memiliki e-KTP segera melakukan perekaman, selain itu ia meminta ketika nanti blangko sudah ada masyarakat tidak melibatkan pihak ketiga.

“Kami berharap pada semua masyarakat di Kabupaten Sampang yang usianya sudah 17 tahun ke atas agar segera melakukan perekaman, dan ketika nanti blangko sudah ada kami harap mereka datang sendiri, bukan apa, mengaca pada kejadian sebelumnya kadang lama yang mau diberikan kepada yang bersangkutan, bahkan ada yang ke sini padahal sudah kami cetak,” harapnya.

Mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, Edi meminta masyarakat untuk bisa meluangkan waktu dengan datang sendiri, ia mengaku akan menyampaikan ketika pihaknya sudah menerima blangko e-KTP terhadap masyarakat.

“Demi bersihnya pelayanan tanpa pungli, karena pelayanan kami ini gratis, ketika ada oknum yang melakukan pemungutan tentu kami yang kena imbasnya, kami harap masyarakat bisa meluangkan waktu, kami juga akan menginformasikan blangko yang kami terima berapa dan kemampuan cetak kami berapa setiap hari, kami harap masyarakat bersabar,” tutupnya. (Fyan)

Pos terkait