Kunjungan Kapolda Jatim Disambut Demo, Prahara Tuntut Kasat Intelkam Polres Pamekasan Dicopot

PAMEKASAN, Terbitan.com – Ketua umum Pergerakan Mahasiswa Madura (Prahara) Haidar Ansori mendesak agar Kasat Intelkam Polres Pamekasan AKP Yuli Riyanto dicopot dari jabatannya.

Sikap itu disampaikan karena pria yang pernah bertugas sebagai Panit III Subdit V Ditintelkam Polda Jawa Timur ini dianggap gagal dalam mengamankan kedatangan Kapolda Jatim Irjen Pol Mohammad Fadil saat berkunjung ke Pamekasan.

Baca Juga :

“Kasat Intel telah gagal dan lalai dalam mengamankan pimpinannya saat datang ke Pamekasan. Terbukti dengan adanya demontrasi dan penghadangan,” kata Haidar. Rabu, (21/10/2020).

Mantan aktivis PMII ini menilai, semestinya kasat Intel sudah tuntas dan selesai komunikasi dengan semua pihak dalam mengamankan kunjungan kerja (kunker) di Pamekasan. Sehingga tidak ada gerakan dan penghadangan dijalan.

“Saya melihat kasat Intel lalai dalam bertugas kedatangan Kapolda. Tidak mungkin kasat Intel tidak tau dengan aksi tersebut. Pasti ada kesalahan sistem,” ujarnya.

Atas kejadian itu, mantan Kasat Intelkam Gresik ini agar segera diganti dari jabatannya. “Kami menuntut Kasat intelkam yang baru menjabat ini untuk dicopot dan diganti karena gagal dalam mengamankan Kapolda,” tandasnya.

Sebelumya, Kapolda Jatim Irjen Pol Fadil Iran melakukan silaturahmi dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan.

Hanya saja, dalam kunjungan tersebut, Kapolda disambut dengan aksi demontrasi oleh warga Nahdliyin. Rabu, (21/10/2020).

Aksi demontrasi tersebut untuk menuntut Kapolda Jatim agar segera mengungkap dan menangkap akun Facebook Muhammad Izzul yang telah melakukan ujaran kebencian (hate speach) terhadap ketua NU Pamekasan KH Taufik Hasyim.

“Ungkap dan tangkap Muhammad Izzul, sudah 18 hari belum menemukan kepastian hukum dari Kapolda Jatim,” teriak Taufik saat melakukan demonstrasi.

Taufik menjelaskan, warga Nahdliyin sudah melakukan beberapa tahapan dengan pihak kepolisian. Mulai dari proses pelaporan, aksi demonstrasi dan sebanyak 13 ribu warga NU melakukan istigasah di halaman Mapolres Pamekasan.

“Kapolda Jawa Timur sudah berjanji saat bersilaturahmi dengan ulama Pamekasan, jika ada ulama yang di lecehkan. Maka dia akan mengusut tuntas. Tetapi, sampai saat ini tidak ada kepastian dari Kapolda,” ujarnya.

Editor: Adie

Pos terkait