Kurang Pengawasan, Proyek Irigasi Tanpa Plang Nama Dikerjakan Asal Jadi

oleh -Views : 513

BONDOWOSO, Terbitan.com – Diduga akibat kurang pengawasan, pengerjaan proyek irigasi di Desa Pasarejo, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur ini disinyalir dimanipulasi oleh kelompok Himpunan Petani pemakai Air (Hippa) yang mengerjakannya.

Menurut Imam, anggota LSM Tikam, Senin (11/11/2019) warga sekitar mengatakan bahwa volume material dan komposisi campuran pasir serta semen untuk pembangunan proyek yang tidak memiliki plang papan nama ini diduga dikurangi alias dimanipulasi.

Lantaran terlihat jelas, dilokasi sebelumnya tidak ada galian pondasinya. Sehingga materil batu hanya dipasang di permukaan tanah saja.

“Seolah batu terpasang dari dasar pondasi, oleh tukang yang mengerkannya. Meski demikian, masih terlihat jelas, pondasinya tidak menggunakan batu alias hanya gundukan tanah,” katanya.

Baca Juga :  Perbup Diduga Bodong Loloskan Dewas, Sekda Bondowoso Mengaku Pusing

Selain materialnya diduga dimanipulasi, pengerjaan proyek ini juga diduga asal jadi. Sebab, bangunan irigasi permukaannya yang memakai papan beton, hasil komposisi campuran tidak sesuai spesifikasi teknik (Spektek)

“Papan nama proyek juga tidak ada, sehingga kita tidak tahu apa judul proyek ini, berapa dananya. Jika kondisi bangunannya seperti ini, bangunan irigasi ini tidak akan bertahan lama, paling hanya bertahan satu atau dua bulan saja,” katanya.

Sebagai warga negara jelas Imam, dia meminta tim turun kelapangan, agar anggaran yang digunakan pembangunan irigasi yang dibangun Swakelola oleh Hippa, Desa Pasarejo ini tidak terbuang begitu saja, dan disinyalir hanya dinikmati segelintir oknum yang meraup keuntungan besar dari proyek ini.

Baca Juga :  Fery Firmansyah Minta Sekda Bondowoso Segera Mundur, Pansel Permainkan dan Permalukan Bupati

“Bila perlu dibongkar lagi dan dibangun ulang sesuai RAB nya. Tidak masuk akal jika proyek ini sudah dikerjakan sesuai RAB,” katanya.

Lanjut Imam juga mengatakan, jika pihak terkait tidak peduli dengan proyek ini, pihaknya akan melaporkan ke aparat penegak hukum atas indikasi manipulasi material bangunan ini.

”Kami masyarakat khususnya di sekitar ini merasakan pekerjaan ini tidak layak, dan jelas sebagai warga negara Indonesia kita merasa dirugikan,” pungkasnya.