Pernyataan Jack Boyd Lapian Kunci Penyelesaian Permasalahan Yang Ditunggu-tunggu Warga

MUARA TEWEH, terbitan.com – Pernyataan Direktur Humas dan HRD PT. Satria Abdi Lestari (SAL) Jack Boyd Lapian beberapa hari yang lalu di hadapan puluhan awak media menjadi sebuah penantian di pihak warga 5 Desa, 1 Kelurahan yang menyerahkan lahannya untuk usaha Perkebunan Besar Sawit (PBS) PT. SAL.

Dalam wawancara tersebut Jack Boyd Lapian yang mengaku diperintah langsung oleh Direktur PT. SAL untuk menyelesaikan permasalahan dengan warga pemilik lahan yang berada di wilayah Hak Guna Usaha (HGU) PT. SAL.

Baca Juga :

Untuk diketahui, PT. SAL adalah perusahaan yang bergerak di bidang usaha PBS yang mana wilayah lahan perkebunannya berada di Kabupaten Barito Utara, persisnya di wilayah 5 desa, yaitu Desa Pendreh, Ipu, Mukut, Nihan Hilir, Karamuan dan Kelurahan Lahei III.

Timbulnya permasalahan antara warga pemilik lahan yang berada di wilayah Ijin lokasi perkebunan PT. SAL salah satunya adalah adanya perjanjian pola kemitraan perkebunan kelapa sawit antara warga dengan PT. SAL yaitu warga yang telah menyerahkan tanahnya kepada PT. SAL akan mendapatkan lahan perkebunan mitra sebesar 20 persen dari luas lahan yang telah di serahkan dan diberikan konfensasi ganti rugi tanah tumbuh (GRTT) kepada warga.

Akan tetapi sejak perusahaan PT. SAL melakukan kegiatan perkebunannya, pihak PT. SAL belum melaksanakan kewajibannya, memberikan luasan 20 persen dari luas lahan yang telah diberikan warga kepada PT. SAL.

Beberapa pendekatan dan cara untuk mendapatkan janji manis PT. SAL sudah dilakukan warga, mulai dari mediasi antara warga dengan pihak PT. SAL, Rapat dengar Pendapat di Kantor DPRD Barito Utara bahkan Hanting Pali, cara adat dayak untuk menyelesaikan masalah secara adat, penyelesaian masalah tak kunjung didapat.

Akan tetapi, keberadaan Jack Boyd Lapian sebagai orang yang di perintahkan langsung oleh Direktur PT. SAL untuk menyelesaikan masalah dengan warga mendapat tanggapan positif dari Bung Mangar Fidel Harianja yang akrab si sapa Hari, selaku Direktur LSM Forum Komunikasi Masyarakat Pembangunan Barito Utara yang menerima permohonan bantuan pendampingan dari warga dua Desa yaitu Desa Ipu dan Desa Nihan.

Kepada Media ini Bung Harianja menyampaikan harapan positifnya atas pernyataan Jack Boyd Lapian didapan puluhan awak media yang saat di wawancara menyatakan PT. SAL siap menguji Sertifikat Gak Guna Usaha dengan luas 5000 hektar.

“saya sangat menanggapi positif dan mengapresiasi pernyataan Saudara Jack Boyd Lapian, siap menguji HGU PT. SAL. Pernyataan tersebut membuka harapan baik untuk mempercepat penyelesaian permasalahan PT. SAL dengan warga,” terang Hari.

Saya juga sangat berharap agar rekan rekan wartawan mempertanyakan pernyataan indah saudara Jack Boyd Lapian ini kepada semua instansi Pemerintah yang berkaitan langsung dengan penerbitan atau sertifikasi Hak Guna Usaha PT. SAL, Ini tantangan bagi semua pihak?

Lanjut Hari, Kami sangat berterima kasih atas pernyataan saudara Jack Boyd Lapian itu. Atas dasar pernyataan tersebut, kami akan menyurati instansi terkait untuk melaksanakan maksud pernyataan saudara Jack Boyd Lapian. Kalau pihak PT. SAL berani dan beritikad baik, saya yakin pihak pemerintah terkait akan lebih dengan senang hati bersama-sama menguji sertifikat HGU PT. SAL bukan?

Demi rakyat banyak, saya berharap pernyataan yang membuat hati rakyat senang ini segera di laksanakan. Bila permasalahan HGU terang dan selesai maka saya yakin masalah-masalah lainnya di PT. SAL juga bisa diselesaiakan asalkan ada itikad baik untuk menyelesaikannya, mari kita buka dengan transfaran kewarga,” tutup Bung Harianja dengan senyum. [Iwan)

Terbitan Terkait