Proyek Saluran Drainase Desa Fatce Diduga Tidak Sesuai Perancaaan Awal

SANANA, Terbitan.com – Pekerjaan proyek Drainase (saluran air) sekaligus trotoar di Desa Fatce, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) kembali dipertanyakan warga.

Sempat beberapakali dikeluhkan, karena tanah galian dari drainse digunakan untuk material proyek, kali ini warga mempertanyakan dugaan pengerjaan proyek yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan oleh konsultan perencanaa.

Bacaan Lainnya

Mirisnya lagi hal tersebut seolah-olah dibiarkan oleh pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku Utara (malut)  yang menjadi leading sector proyek tersebut.

Dari Pantauan Terbitan,com, Senin (22/06) proyek senilai Rp183.983.000 juta bersumber dari APBD Provinsi Maluku Utara tahun 2020 ini diperuntukkan  untuk pembangunan saluran drainase
khusus di Desa Fatce.

Dalam pengerjaan drainase yang menggunakan yudit dengan ukuran 80-80 dengan lebar atas 50 C, Lebar bawa 40 C, tinggi 80. Panjang 194 C, Namun pengerjaan proyek tersebut tidak sesuai dengan perencanaan awal sehingga terlihat proyek drainase itu kecil.

“Seharusnya ukurannya sama, tetapi ini kenyataannya berbeda. Apa memang sengaja tutup drainase lebih besar atau memang drainasenya dibuat lebih kecil.

Kalau dilihat dari pengerjaanya, ini sudah pasti tidak sesuai dengan spek. Masa ukuran drenase dengan tutupnya tidak sama dan anehnya kok pengerjaan yang seperti ini tetap dibiarkan sama yang berwenang,” ujar salah seorang warga setempat.

Tidak hanya itu, proyek dengan tanggal Surat Perintah Kerja (SPK) 20 Maret 2020 ini dan ditarget rampung empat bulan atau 120 hari tersebut, namun waktu pekerjaan pun sudah terlambat,

Sementara, salah seorang pekerja mengatakan, dirinya tidak mengetahui secara pasti terkait teknis pengerjaanya tersebut. Dirinya hanyalah buruh yang mengerjakan dan memasang baik yudit drainase tersebut sesuai dengan arahan. “Kami hanya pekerja kasar bukan tenaga teknis dalam pekerjaan ini, jadi apa yang anda lihat ya itulah adanya,” katanya polos

Sementara itu,Djais Samuda sebagai pihak kontrator CV. Bumi Restu saat di wawancarai mengatakan bahwa Matreal pasir dari hasil galian drainase itu bisa digunakan untuk pekerjaan dinding saluran drainase, “katanya. {GNS}

Pos terkait