Seorang Guru Ngaji di Bondowoso Mengaku Insentif Tidak Bisa Diambil Utuh, Terpotong Rp 50 ribu

BONDOWOSO, Terbitan.com – RIbuan guru ngaji (Guji) secara bergantian melakukan pencairan honor atau insentif guru ngaji, Kamis (30/4/2020) di Bank Jatim Bondowoso. Hal itu salah satu program tahunan Pemkab Bondowoso.

Baca Juga :

Seorang guru ngaji bernama, Nadira didampingi suaminya dari Kecamatan Pujer mengaku mendapatkan dana Insentif guru ngaji sebesar Rp. 1,5 juta. Tetapi dia mengaku hanya mendapatkan sebesar Rp 1.450.000

Ketika ditanya kenapa tidak utuh Rp 1,5 juta dia mengatakan masih ada potongan rekening atau tabungan di Bank Jatim.

“Kalau diambil semua kan habis, maka harus ada sisa Rp 50 ribu,” kata Nadira, saat dikonfirmasi awak media.

Dengan bantuan tersebut, sambung Nadira, dapat membantu meringankan beban kebutuhan sehari-hari. Dia mengatakan jumlah santrinya sebanyak 30 orang.

“Saya menerima bantuan ini sudah berkali-kali. Alhamdulillah saya ucapkan kepada pemerintah atas kepeduliannya kepada guru ngaji. Apalagi sekarang dimasa musibah wabah covid-19,” ungkapnya.

Pelayanan Nasabah Bank Jatim Bondowoso, Hesti Prasasti didampingi Tika Yulindarti, bagian umum saat dikonfirmasi media memgatakan untuk guji ini khusus rekening atau buku tabungan KU, yang tanpa biaya administrasi.

Sementara untuk penarikan uang nasabah tergantung dari nasabah itu sendiri. Artinya uang tersebut mau diambil kapan saja.

“Semua penarikan itu tergantung pada masing-masing orangnya, mau diambil semua silahkan. Diambil bulan depan juga tidak apa-apa,” jelasnya.

Selain itu, kata Hesti, juga bisa diambil melalui rekening langsung. Serta tidak ada potongan, karena sudah dipilihkan yang bebas biaya.

“Kalau ada guji yang bilang masih terpotong Rp 50 ribu itu, berarti dia menyisakan dibuku tabungannya. Tergantung guji menulis dislip penarikan mau diambil berapa. Gak diambil sekarang juga tidak apa-apa, tidak hangus,” pungkasnya.

Pos terkait