Tak Bermasker Dilarang Keluar Masuk Desa Mengen Digital, Ini Alasan Kadesnya

Ahmad Fauzan, Kades Mengen saat pemaparan di hadapan Forkopimda Bondowoso

BONDOWOSO, Terbitan.com – Sejak Desa Mengen, Kecamatan Tamanan, ditetapkan menjadi Desa Tangguh Covid-19, oleh Forkopimda Kabupaten Bondowoso. Yakni Ketua DPRD H Ahamad Dhafir, Kapolres AKBP Erick Frendriz, Dandim Letkol Inf Jadi, Sabtu (30/5/2020).

Hadir juga dalam kesempatan tersebut, Sekda Bondowoso Syaifullah, Wakil Ketua DPRD Sinung Sudrajad, Kepala Dinas Kesehatan dan sejumlah pimpinan OPD yang lain.

Baca Juga :

Kepala Desa Mengen, Ahmad Fauzan mengatakan bahwa setiap orang yang keluar masuk di desanya harus memakai masker (penutup mulut). Aturan itu diberlakukan kepada setiap orang, tak terkecuali warganya sendiri.

“Warga saya yang hendak keluar menuju daerah lain harus menggunakan masker,” katanya.

Selain itu, dihalaman rumah harus menyediakan tempat cuci tangan yang terbuat dari tempat apapun saja. Seperti bambu dan tidak harus mahal.

Menurutnya, sosialisasi ini dilakukan sejak tadi malam, Jumat (29/5/2020). Dan sosialisasi ini akan terus berlanjut di enam dusun.

“Bagi kampung yang nantinya dinilai bagus karena ada tempat cuci tangan serta warganya disiplin. Maka desa akan memberikan hadiah,” jelasnya.

Lanjut Ahmad Fauzan, ini dilakukan semata-mata untuk penyemangat warga. Agar sadar dan disiplin dalam penanganan penyebaran Covid-19 ini.

Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya juga mengalami kendala, karena di Sukowono, Kabupaten Jember (tetangga sebelah red) sudah zona merah. Sementara pedagang warga desa Mengen lahan pencariannya banyak yang ke Sukowono

“Desa Mengen sendiri berbatasan dengan Kabupaten Jember. Terus terang saja warga kami sekira 10 persen yang terdiri dari pedagang, menjelang dini hari banyak yang ke Sukowono,” paparnya.

Untuk mengantisipasi itu, kata Ahmad Fauzan, warganya secara bergantian menjaga pintu masuk (portal) mulai pukul 07.00-22.00 wib. Tapi ada pembagian jaga shift.

“Yang jaga bergantian, ada tiga shift. Satu shift ada empat orang dan satu KK yang harus ikut jaga satu orang selama 5 jam,” paparnya.

Hebatnya lagi, di desa Mengen punya tim ITE tersendiri. Bernamakan Mengen Desa Digital. Sehingga semua data yang ada di desa Mengen menjadi satu genggaman.

Keamanan juga berbasis ITE, bila tombol merah di pencet yang punya Handphone android di desa Mengen akan bunyi semua.

“Tak hanya itu, kalau ditanya jumlah penduduk dan yang terima bantuan atau belum sudah tinggal klik saja,” pungkasnya.

Pos terkait