Upaya Cegah Kebakaran Lahan dan Hutan, Polsek Teweh Tengah Adakan Sosialisasi Bahaya Karthutla

 

MUARA TEWEH, terbitan.com – Kunci dari kegiatan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) adalah partisipasi oleh seluruh pihak baik pemerintah, korporasi maupun masyarakat. Upaya pencegahan menjadi prioritas dalam penanganan karhutla. Salah satunya dengan cara melakukan sosialisasi Karhutla.

Baca Juga :

Mengingat itu, Polsek Teweh Tengah dijajaran Polres Barito Utara, Polda Kalimantan Tengah gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang mempunyai lahan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar baik itu pertanian maupun perkebunan.

Kapolres Barito Utara AKBP Dodo Hendro Kusuma melalui Polsek Teweh Tengah AKP. Wahyu Satiyu Budiatjo, S.H., M.H. mengatakan,” guna mencegah karhutla di wilayah dua Kecamatan seperti Kecamatan Teweh Tengah dan Kecamatan Teweh Baru pihaknya terus melakukan patroli dan memberikan sosialisasi kepada kalangan masyarakat.

“Kegiatan patroli dan sosialisasi seperti yang dilakukan AIPTU Suprianto dan AIPTU Ray Kumar disekitar Jalan Bandara Baru, Desa Hajak, Kecamatan Teweh Baru merupakan salah satu upaya untuk mencegah terjadinya Karhutla di wilayah hukum Polsek Teweh Tengah,”ujarnya Kamis 30/7/2020.

Lanjut Polsek, kebakaran lahan dan hutan merupakan permasalahan yang menjadi atensi kepolisian apalagi saat ini sudah mulai musim kemarau sehingga potensi terjadinya kebakaran lahan dan hutan cukup tinggi.

” Pihak kepolisian menilai penting untuk melakukan sosialisasi dan edukasi tentang larangan dan bahaya kebakaran lahan dan hutan kepada masyarakat sekitar.

Lebih rinci ia menuturkan bentuk dari sosialisasi itu dilakukan dengan pemasangan spanduk-spanduk diseluruh jajaran Polsek wilayah hukum Polres Barito Utara.

“Selain spanduk, jajaran Polsek sebagaimana perintah Kapolres juga diminta untuk mensosialisasikan bahaya dan ancaman hukuman bagi siapa saja yang kedapatan dengan sengaja melakukan pembakaran lahan dan hutan,” tuturnya

AKP Wahyu Satiyu Budiatjo, S.H., M.H. menegaskan bahwa pelaku pembakaran hutan dan lahan diancam hukuman 10 (sepuluh) tahun dan denda Rp.10.000.000.000,. (sepuluh miliar rupiah) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No.41 tahun 1999 tentang Kehutanan, Undang-Undang No.32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Undang-Undang No.39 tahun 2014 tentang Perkebunan

“Saya menghimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan karena dapat menyebabkan kerugian materil, korban nyawa dan gangguan kesehatan akibat asap kebakaran,” tutupnya. (Iwan)

Source:

Pos terkait