Buntut Tiga Orang Karyawan di Berhentikan Sepihak,47 Orang Karyawan Lainnya Mangajuka Pengunduran Diri

 

GUNUNG MAS,terbitan.com- Buntut dari pemecatan secera sepihak atas tiga orang karyawan harian lepas oleh PT. FNP 47 orang karyawan yang berasal dari provinsi NTT mengajukan pengunduran diri secara lisan dan itu sebagai bentuk protes kepada pihak perusahaan.

Bacaan Lainnya

Setelah mereka dipecat dan mengundurkan diri secara lisan tanpa mengikuti aturan yang berlaku. Perusahaan menganggap mereka bukan lagi karyawan PT FNP dan tidak layak menempati fasiltas perusahaan seperti Mess atau barak sebagai tempat tinggal karyawan.

“Buat semenatara kami tinggal di gereja, sampai waktu yang dijanjikan oleh perusahaan membayar sisa gaji kami yang sebanyak 47 orang di tambah dengan istri-istri kami sehingga berjumlah 60 orang” kata Selesius Jebabun sebagai perwakilan yang di wawancarai.

Lebih lanjut dikatakan, kami semua Karyawan yang sudah bekerja (masa kerja) lebih dari tiga tahun bahkan ada yang sudah tujuh tahun, tapi setatus kami masih BHL (Buruh Harian Lepas), kemudian kami juga tidak mendapat Jamsostek Tenaga Kerja, kami hanya menerima BPJS Kesehatan saja.

“Yang lebih miris lagi kami semua Karyawan apabila melakukan kesalahan dipotong gaji kami 5 HK (Hari Kerja), setiap gajian juga kami tidak pernah menerima slip gaji atau tanda bukti penerimaan gaji. Setiap gajian juga kami dipotong Pajak Penghasilan (PPH), peristiwa pemecatan terhadap Karyawan ini sering dilakukan pihak Perusahaan tanpa memberikan surat peringatan terlebih dahulu (SP) kepada Karyawan, “pungkas Selesius Jebabun.

Kepala bidang pengawasan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi provinsi Kalimantan Tengah yang kami hubungi melalui pesan WhatsAap juga sangat menyesalkan insiden pemecatan tersebut, seharusnya pihak perusahaan memberikan surat peringatan (SP) terlebih dahulu.

 

Pos terkait