Diduga H Tutik Aktor Pembakaran Hutan Ijen, Tipu Warga Dengan Modus Sewa Lahan Perhutani

oleh -Views : 1.680

BONDOWOSO, Terbitan.com – Dikatakan H Nr, (inisial red) seorang tokoh masyarakat warga sempol bahwa di daerah Desa Jampit, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, ada warga yang mau bertani di penataran (Perkebunan)

“Kemudian warga dimintai uang oleh orang – orangnya Muhammad Zaman alias H Tutik (59). Mereka minta satu hektare sebanyak Rp 2,5 juta untuk bayar ke Perhutani sebagai mitra, dan Rp 5 juta untuk H Tutik dan anak buahnya,” katanya, Rabu (13/11/2019)

Modus yang mereka lakukan kepada masyarakat sambung H Nr, dengan alasan bahwa lahan Perhutani yang sudah dibakar tersebut disewa selama 30 tahun.

“Saya sebagai masyarakat setempat sangat kasian terhadap warga yang dimintai uang itu. Kalau yang minta itu LMDH dan sesuai dengan prosedur tidak jadi masalah,” jelasnya

Menurut H Nr, kalau Pak Di, ketua LMDH setelah ditanya tidak tahu menahu soal itu. Pihaknya meminta kepada LMDH supaya masyarakat tidak dirugikan.

“Pasalnya siapa yang bertanggung jawab sewa lahan hingga 20-30 tahun. Ini sudah tidak benar,” ujarnya.

Baca Juga :  Dikbud Bondowoso Sampaikan Surat Edaran, Sekolah Waspada Isu Penculikan Anak

Kendatinya, pihak sebagai saksi pelapor hanya lima orang yaitu Salim, Pak Lut, Purwanto, Pak Deki dan Anang yang semuanya warga Desa Jampit.

Ia juga menjelaskan jika kemudian ada penangguhan penahanan H Tutik, dari Polres Bondowoso. Ia sangat menyayangkan, karena yang bersangkutan sudah sangat meresahkan warga

“Kalau ada penangguhan penahanan saya sangat sayangkan karena tidak akan ada efek jera kepada tersangka. Karena sudah meresahkan masyarakat dan menghambat pengibaran bendera Merah Putih di wilayah Ijen kemarin karena adanya kebakaran hutan,” pungkasnya

Sementara ditempat terpisah, Abdul Gani, Humas Perhutani Bondowoso secara tegas mengatakan, bahwa soal sewa menyewa lahan selama 20-30 tahun itu tidak ada.

Menurut dia, yang ada itu hanya kerjasama pememfaatan lahan antara Perhutani dengan masyarakat melalui MLDH.

“Kalau selain LMDH itu tidak ada, sepertinya yang bersangkutan itu bukan LMDH. Berati dia berdiri sendiri, dan itu tidak boleh,” kata Gani melalui sambungan selulernya.

Dilain tempat, Kasat Reskrim Mapolres Bondowoso, AKP Jamal mengatakan Rabu (13/11/2019) sampai saat ini pihaknya masih belum tahu jika ada upaya permohonan penangguhan penahanan dari pihak tersangka

Baca Juga :  Perbup Diduga Bodong Loloskan Dewas, Sekda Bondowoso Mengaku Pusing

“Jika itu betul, itu gak apa-apa dan hak tersangka. Akan tetapi nanti penyidik juga mempunyai pertimbangan permohonan penangguhan itu dikabulkan atau tidak,” kata AKP Jamal.

Ditanya soal ada warga yang melapor dugaan penipuan oleh H Tutik sampai saat ini masih belum ada. “Sampai saat ini saya masih belum tahu juga kalau ada laporan dan saya masih baru masuk ruangan,” ungkapnya.

Perlu diketahui, jajaran reserse kriminal Polres Bondowoso berhasil tangkap dua tokoh. Mereka adalah warga Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, yaitu Muhammad Zaman alias H Tutik (59), dan Mudenan alis Pak Mur (74). Merupakan sebagai otak atau inisiator atas pembakran hutan tersebut.

Total ada 970 hektar lahan milik BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam), yang terdiri dari TWA (Taman Wisata Alam) Ijen, dan Cagar Alam Merapi Ungup-ungup yang terbakar. Jumlah ini tidak termasuk lahan Perhutani, yang juga ikut terbakar.