F-PKB Minta Pemkab Bondowoso Sediakan Rapid Tes untuk Santri yang Balik Pondok

Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Bondowoso, H Tohari S.Ag ketika di konfirmasi wartawan

BONDOWOSO, Terbitan.com – Setelah libur panjang Bulan Ramadan, disejumlah pesantren. Kini saatnya santri kembali ke pondok masing-masing.

Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Bondowoso, H Tohari S.Ag meminta santri sebelum kembali ke pesantren. Lantaran kondisinya pandemi Covid-19 yang harus menerapkan kehidupan new normal (kebiasaan baru).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, untuk mencegah penyebaran virus tersebut. Pemerintah setempat agar menyiapkan recovery untuk pesantren, untuk menyambut kehidupan new normal.

“Menjelang kembalian santri pasca lebaran. Perlu persiapan khusus, yang harus dipersiapkan oleh pesantren di masa pandemi ini. Baik kebutuhan jangka pendek ataupun kebutuhan jangka panjang,” kata Ketua Fraksi PKB DPRD Bondowoso,

Kebutuhan jangka pendek dimaksud kata dia, di antaranya alat rapid tes, hand sanitezer, seperangkat alat cuci tangan dan sebagainya. Sementara untuk kebutuhan jangka panjang perlu MCK yang layak.

“Yang harus diperhatikan oleh pemerintah. Yakni fasilitas kesehatan pesantren, dan menumbuh kembangkan ekonomi pesantren,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, intervensi yang harus dilakukan pemerintah kepada pesantren. Diantaranya di bidang kesehatan, jaring pengaman sosial dan recovery ekonomi.

Dananya kata dia, dari APBD. Bahkan sekarang penanganan Covid-19 di Bondowoso sedang di bicarakan di Pansus. Termasuk anggarannya

“Pakai penyesuaian APBD. Saat ini yang didiskusikan penanganan di bidang kesehatan, jaring pengaman sosial dan recovery ekonomi. Harapannya pesantren menjadi salah satu sasaran dari tiga program ini,” tegasnya.

Pernyataan F-PKB DPRD Bondowoso ini juga dalam rangka memutus penyebaran virus Corona. Mengingat sarana dan prasarana di berbagai pesantren belum memenuhi standar protokol kesehatan.

Namun di sisi lain, lanjut H. Tohari, pesantren mendesak untuk melakukan kegiatan belajar mengajar. “PKB meminta pemerintah mulai dari pusat hingga daerah, agar membantu pesantren menghadapi new normal di tengah pandemi Covid-19 ini,” pungkasnya.

Pos terkait