LMS Tuding Dikominfo Sampang Diskriminatif Penayangan Video Saat Pres Gathering

Acara Pres Gathering sekaligus Peringatan Hari Pers Nasional tahun 2020 di Pendopo Sampang. (Adie/terbitan.com)

SAMPANG, terbitan.com – Penayangan video kegiatan dalam Pres Gathering sekaligus Peringatan Hari Pers Nasional tahun 2020 yang digelar di Pendopo Kabupaten Sampang Madura Jawa Timur dinilai diskriminatif

Pasalnya, Diskominfo sebagai pihak pelaksana kegiatan hanya menayangkan kegiatan 2 Organisasi jurnalis di Sampang, sedangkan jumlah yang ada 5 organisasi.

Baca Juga :

“Kami sangat kecewa dengan kinerja Panitia Pelaksana Pers Gathering, ini adalah bentuk diskriminatif terhadap kami yang juga mengadakan kegiatan lebih dulu. Namun, tidak ditayangkan,” ujar Wakil Ketua Lintas Media Sampang (LMS) Ach Sukardi, Selasa (11/02/2020).

Menurutnya kegiatan Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke 74 oleh LMS justru lebih awal dilakukan di bandingkan dengan dua Organisasi jurnalis tersebut. Padahal menurutnya saat melakukan kegiatan berupa Aksi bersih-bersih pantai dari sampah plastik di Desa Taddan dihadiri oleh Bupati dan Kapolres Sampang, salah satu Kasi dan Kameramen Diskominfo juga hadir

“Sat kami mengadakan kegiatan pihak Kominfo juga hadir kok. Namun mengapa waktu acara Pers Gathering hanya kegiatan dua Organisasi saja yang di tayangkan,” sesalnya.

Ditambahkan Sukardi, sebenarnya saat itu juga para Anggota LMS mau protes dan meninggalkan tempat namun dilarang oleh Ketua dan Wakil Ketua LMS. Menurutnya jika tidak ada niat untuk meminta maaf, LMS akan melakukan mosi tidak percaya kepada Diskominfo.

Sementara disisi lain salah satu petugas kontrak di Diskominfo mengaku hanya bertugas mengambil gambar dan mengeditnya, untuk penayangan di Pers Gathering hanya melaksanakan perintah atasan, salah satu pejabat di Diskominfo juga mengaku awalnya menyatakan penayangan itu di luar agenda. Dan ada unsur pemaksaan untuk ditayangkan melalui operator yang bukan dari Diskominfo

Namun saat di konfirmasi Kabag Protokoler mengelak dan menegaskan operator dilakukan oleh pihak Diskominfo. Kembali dijelaskan oleh pihak Diskominfo bahwa video kegiatan dari LMS dan salah satu Organisasi jurnalis sudah di publikasi melalui Youtube. Tetapi para Anggota LMS yang hadir menyatakan Organisasi jurnalis yang di klaim dipublikasikan bersama LMS di Youtube itu kembali di tayangkan. (Ad)

Terbitan Terkait