Mahasiswi di Bondowoso Dinyatakan Positif Covid-19 dan Enam Orang Hasil Rapid Test Reaktif

Dr. Muhammad Imron, Jubir tim gugus tugas penanganan Covid-19 saat konferensi pers

BONDOWOSO, Terbitan.com – Seorang mahasiswi berinisial KA (23 tahun) warga kelurahan Nangkaan, Bondowoso, dinyatakan positif Covid-19.

Merekan adalah putri dari berinisial D (52 tahun), istri pejabat berinisial T. Sebelumnya, D juga dinyatakan positif. Namun kini sudah dinyatakan sembuh.

Bacaan Lainnya

Juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bondowoso, dr Mohammad Imron mengatakan bahwa pasien 03 ini adalah seorang mahasiswi S2.

“Pasien 03 ini merupakan anak dari pasien 02 yang telah dinyatakan sembuh. Belum bekerja, tapi mahasiswi S2,” katanya, Kamis (7/5/2020).

Menurutnya, sebelum hasil swab PCR keluar, pasien telah diisolasi di RSUD Koesnadi. karena telah reaktif rapid test.

“Saat ini KA sedang menjalani isolasi dan akan dipulangkan apabila hasil swab berikutnya menunjukkan negatif,” paparnya.

Adapun kondisi pasien, klinis kondisinya baik. Tidak ada keluhan apapun. “Tapi karena protokol kesehatan harus kita isolasi kembali,” paparnya.

Tim medis juga mengisolasi keluarga yang lain. Mereka terdiri dari suami, istri dan anak berusia dua tahun. Hal itu karena hasil rapid test pada mereka reaktif Covid-19.

“Terkait anggota keluarga yang lain. Semua sudah kita lakukan swab dan menunggu hasil. Yang tiga orang itu kita isolasi di Klinik Paru (Pancoran),” jelas Imron.

Denagan kasus KA ini. Total ada 3 warga Bondowoso yang dinyatakan positif Covid-19. Sementara per tanggal 7 Mei 2020, ada 8 PDP dan 1024 ODP.

Lanjut dr. Imron, juga ada enam orang warga Bondowoso yang reaktif, hasil rapid test. Sekarang diisolasi di Klinik Paru-paru, Desa Pancoran, Kecamatan Bondowoso.

Mereka diantaranya yakni tiga orang pasien reaktif yang merupakan anak, menantu, dan cucu dari pasien positif kasus 02 warga Kelurahan Nangkaan
(pasien positif Covid 02 telah dinyatakan sembuh) . Cucu yang dimaksud disebut masih berusia sekitar dua tahun.

Kemudian, tiga orang lagi yakni santri yang pulang dari sebuah Pondok Pesantren di Temboro, Magetan yang hasil rapid test dua kali menunjukkan reaktif. Terperinci yakni, dua santri warga Kecamatan Maesan, dan seorang lagi warga Kecamatan Tegalampel.

Untuk pasien positif Covid-19 berjumlah tiga orang. Dua diantaranya telah dinyatakan sembuh. Seorang lagi sedang dirawat di RSUD Koesnadi Bondowoso.

Pos terkait