Misteri Hilangnya Pemuda di Sampang Yang Dianiaya Usai Curi LPG Saudaranya

Ilustrasi

SAMPANG, terbitan.com – Cerita menyedihkan kini bergelimang di Dusun Candin, Pulau Mandangin, Kecamatan Kota Sampang, Madura, Jawa Timur. Kisah itu berawal saat SL (18 Tahun) Pemuda Yang Kini Hilang setelah diduga dianiaya lantaran mencuri LPG milik SN yang tak lain adalah saudara kandungnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun terbitan.com, setelah diketahui hilangnya Gas LPG miliknya karena dicuri oleh SL, MY (Suami SN) yakni Ipar SL langsung menyeret SL ke rumahnya dan diduga menganiaya hingga pingsan.

Bacaan Lainnya

“Karena diketahui mencuri LPG, iparnya langsung menyeret SL ke rumahnya dan diduga menganiaya SL hingga tak sadarkan diri,” ujar AF Paman Sepupu SL saat ditemui terbitan.com di halaman Mapolres Sampang saat melaporkan hilangnya SL, Rabu (08/01/2020).

AF menceritakan hilangnya ponakannya saat ini sudah memasuki hari ke 17. Namun, masih belum ada tanda-tanda SL akan ditemukan hingga pihaknya mengaku telah melaporkan ke Polres Sampang.

“Selain kami telah menghubungi saudara-saudaranya yang lain atas ke tidak pulangan SL hingga 17 hari ini, kami juga telah melaporkan peristiwa ini ke Mapolres Sampang, kami hanya berharap SL kami temukan dengan selamat,” jelasnya.

Selain itu AF menambahkan berdasarkan keterangan Saksi mata penganiayaan yang menegur saat itu, membenarkan jika SL dianiaya oleh Iparnya sendiri. Menurutnya saat dipanggil ke kelurahan pelaku pun mengaku jika dirinya menganiaya SL.

“Saksi kami itu menegur pelaku,” ujarnya. “Kenapa kamu pukul saudaramu sendiri yang hanya mencuri LGP apa kamu tidak kasihan,” ungkapnya meniru pengakuan saksi yang pulang karena mengira akan melepas SL lantaran merupakan Iparnya sendiri.

Menurut AF, pelaku saat dipanggil ke kelurahan setempat juga mengakui bahwa dirinya telah memukul SL dengan alasan SL telah empat kali mencuri barang miliknya.

“Saat dipanggil dari kelurahan juga mengaku mas, kalau ia telah menganiaya Iparnya. Namun, saat ditanya ke mana SL saat ini hilang, MY (Pelaku Pemukulan) mengaku tidak tahu karena dia meninggalkan SL mengirim anaknya ke Pondok,” pungkasnya.

Pos terkait