Tanggapi Sekolah Ambruk, Disdik Sampang : Kami Masih Cari Datanya

Achmad Mawardi selaku Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang. (Adie/terbitan.com)

SAMPANG, terbitan.com – Menanggapi Ambruknya Sekolah Dasar (SDN) Samaran 2, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang Dina Pendidikan (Disidik) Sampang mengaku masih melakukan pencarian data pelaksana (Kontraktor) maupun Konsultan Pengawas.

Saat ditemui terbitan.com, Achmad Mawardi selaku Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang menyampaikan sebelum kejadian pihak Sekolah telah melaporkan terhadap pihak Dinas, sehingga menurutnya pihak Dinas menganjurkan agar ruangan itu tidak ditempati.

Baca Juga :

“Kami telah memerintahkan agar ruangan itu tidak ditempati karena membahayakan, kami juga telah meminta untuk diturunkan ternyata pihak sekolah terkendala tukang yang tidak bisa,” ungkapnya pada terbitan.com di ruang kerjanya, Senin (20/01/2020).

Kendati demikian, Wawan sapaan akrabnya memastikan jika kegiatan belajar (KBM) di sekolah terkait tetap berjalan seperti biasanya, menurutnya para siswa digabung pada ruangan yang aman di sekolah tersebut.

“Untuk sementara siswa digabung, karena juga tak terlalu banyak, kami rasa masih memungkin. Jadi untuk KBM di Sekolah tersebut masih aman, dan kami juga meminta Sekolah untuk melaporkan di Dapodik, mungkin bisa dapat DAK karena dapatnya DAK harus berdasar Dapodik,” ungkapnya.

Sementara saat disinggung mengenai tindakan atas dugaan terjadinya kegagalan konstruksi pada Program Rehabilitasi proyek 2017 itu, saat ini pihaknya mengaku masih melakukan pencarian data pelaksana.

“Ya ini masih kita cari, kita cari berkasnya siapa pelaksananya dan juga konsultan pengawas, pak Rojiun saat itu PPTK nya,” jelasnya. Ditanya dirinya sebagai apa pada saat tahun 2017. Ia mengakui bahwa dirinya sebagai Penjabat Pembuat Komitmen pada pekerjaan tersebut. “Saya sebagai PPK,” imbuhnya

Menanggapi ungkapan Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi yang memasrahkan kasus tersebut kepada Aparat Penegak Hukum (APH) Wawan mengaku akan mengikutinya.

“Ya kalau nanti Aparat Penegak Hukum meminta kami untuk menjelaskan, kami akan berikan semua data-datanya, sementara kami belum mengetahui siapa pelaksananya,” pungkasnya.

Sekedar untuk diketahui SDN Samaran 2, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur tersebut baru Direhabilitasi pada tahun 2017 dengan anggaran Rp. 150 Juta dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan ambruk pada Jumat 17 Januari 2020 sekitar pukul 10:00 WIB. (Adie)

Terbitan Terkait