Eksekutif Tabuh Genderang Perang, Lecehkan DPRD Bondowoso

oleh -Views : 927

BONDOWOSO, Terbitan.com – Ketua Panitia Khusus (Pansus) Muhamad Irsan Marwanda Bachtiar, terkait BUMD Kabupaten Bondowoso, naik pitam. Pasalnya, 9 surat undangan kepada peserta seleksi Direksi dan dewan pengawas PDAM diduga tidak disampaikan oleh eksekutif kepada yang bersangkutan.

“Pansus dibentuk untuk melaksanakan fungsi, tugas dan wewenang yang tidak bisa ditangani oleh 1 alat kelengkapan dewan yang bersifat tetap. Seperti amanah PP 12 tahun 2018 pasal 64,” paparnya, Selasa (11/2/2020) malam

Pada saat pansus kata Irsan sapaannya, mengundang unsur pemerintah ataupun masyarakat untuk meminta penjelasan terhadap sebuah persoalan. Seharusnya pihak yang diundang hadir karena pansus dibentuk bukan untuk mengadili ataupun melakukan penyidikan terhadap pihak yang diundang.

Kendati demikian, bila ada oknum berupaya untuk menghalang halangi seseorang menghadiri undangan pansus. Berarti mereka melakukan tindakan contempt of parlemen/melecehkan DPRD.

Baca Juga :  Puluhan Peserta Test CPNS di Bondowoso Tak Datang Ikuti Ujian Dicoret

“Apabila upaya itu dilakukan oleh pihak eksekutif itu sama halnya Eksekutif tidak memiliki etika birokrasi.
Surat undangan DPRD kepada bupati dengan tembusan kabag perekonomian agar menghadirkan para pendaftar direksi dan dewan pengawas PDAM untuk menghadiri pansus,” urainya.

Sejatinya, surat undangan sudah di terima oleh Saudari Leli, Kasubag di bagian perekonomian. Kemudian surat tersebut dilaporkan kepada Sekda.

“Pengakuannya Leli, surat tersebut sudah dilaporkan kepada sekda, dan oleh sekda diperintahkan untuk menunggu Pak Aris Kabag Perekonomian. Ternyata semua pendaftar tidak dihubungi oleh bagian perekonomian,” ungkapnya.

Baca Juga :  Wiryawan : Masalah PTSL Bondowoso, Program Sudah Ditutup Desa Grujugan Lor Masih Mendata Pemohon

Lebih tegas Irsan mengatakan, ketidak hadiran para pendaftar direksi dan dewan pengawas PDAM setelah dikonfirmasi kata Irsan, mengaku tidak menerima undangan.

“Pak Mustawi dan Pak Hartono, dengan tegas mengatakan bahwa mereka tidak diberitahu ataupun menerima undangan dari eksekutif untuk menghadiri undangan Pansus 11 Februari 2020,” jelasnya.

Selang beberapa jam kemudian, kata Irsan, Pak Mustawi hadir memenuhi agenda Pansus malam ini. Karena dihubungi melalui sambungan seluler, diberitahu oleh anggota Pansus bahwa dia diundang untuk hadir di rapat Pansus.

“Pansus akan kembali mengagendakan Raker dengan para pendaftar tersebut plus Pansel, Kamis malam Jum’at (13/2/2020),” pungkas Irsan.