Singgung Staf Ahli Tak Hadir HPN, Bupati Sampang Akui Ada ASN Minim Wawasan

oleh -Views : 151
Bupati Sampang H. Slamet Junaidi bersama anggota Forkopimda lainnya saat berdiskusi dengan insan pers di acara peringatan HPN 2020. (Adie/terbitan.com)

SAMPANG, terbitan.com – Dibutuhkannya birokrasi yang berkualitas dalam menyukseskan Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati Sampang untuk menuju Sampang Hebat Bermartabat tampaknya masih perlu evaluasi yang melelahkan.

Dalam diskusi Pemerintah dengan Insan Pers pada puncak peringatan Hari Pers Nasional tahun 2020 di Pendopo Kabupaten Sampang sejumlah wartawan melontarkan masukan atau saran terhadap pemerintah untuk suksesnya Sampang Hebat Bermartabat, Selasa (11/02/2020).

Salah satunya disampaikan Gandi wartawan media Online di Kabupaten Sampang menyampaikan perlunya evaluasi terhadap birokrasi di Sampang di mana dalam birokrasi dinilai ada yang memerlukan perhatian khusus.

“Penilaian kami pucuk birokrasi yang memerlukan perhatian khusus adalah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapelitbangda) karena itu merupakan kunci, dan Bupati Sampang harus menempatkan orang-orang pilihan yang betul-betul berkemampuan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bawa Ribuan Butir Pil Setan, CMS Warga Cianjur Dibekuk Satres Narkoba Polres Bondowoso

Menanggapi hal itu Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menyampaikan saat ini pihaknya tengah mengevaluasi itu, menurutnya jika benar-benar ingin diperbaiki, menata birokrasi tidak semudah membalikkan telapak tangan.

“Tidak mudah mas, seperti disinggung Pak Sekda tadi di Kabupaten Sampang ini ada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang wawasannya minim, bukannya saya menyalahkan Pemerintah sebelumnya, tapi kayaknya dulu siapa yang banyak uang di situ berjabatan tinggi dan kami akan menghapus itu,” ujar Bupati Sampang saat diskusi dengan wartawan, Minggu (09/02/2020) malam kemarin.

Tak hanya itu, pihaknya mengaku saat ini tengah menyeleksi siapa yang betul-betul layak sesuai kemampuan dibidang itu. Bahkan, ia menemukan ASN yang kependidikan tinggi (S3) masih staf hingga saat ini.

“Benar kata Sekda, ya sudahlah kami tak bisa sebutkan itu, yang jelas ada ASN jabatannya tinggi tapi tak bisa apa-apa lalu mau kita apakan ini adalah warisan, dan kami juga menemukan pendidikan S3 hingga sekarang masih staf. Saya tegaskan haram jual beli jabatan dan tak akan pernah ada itu, semua akan dievaluasi berdasarkan latar belakang, dan melalui pendidikannya,” tegasnya.

Baca Juga :  Wiryawan : Masalah PTSL Bondowoso, Program Sudah Ditutup Desa Grujugan Lor Masih Mendata Pemohon

Sebelum itu, saat memberikan sambutan Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menyinggung tidak hadirnya para Staf Ahli Kabupaten Sampang dalam peringatan Hari Pers Nasional yang digelar Pemkab Sampang.

“Salam hormat pada semuanya, staf ahli, ada ya, ya sudah kalau tidak ada salam saja,” sindirnya. “Harusnya staf ahli ini hadir, memberikan masukan dan arahan pada Bupati, jangan salah persepsi kalau jadi staf ahli katanya dikandangin,” sambungnya. (Adie)