Syaifullah Sekda Nonaktif Bondowoso Divonis 2 Bulan 15 Hari

  • Bagikan
Pembacaan putusan sidang syaifullah Sekda Nonaktif Bondowoso

BONDOWOSO, Terbitan.com – Pengadilan Negeri Bondowoso membacakan putusan dan memvonis Sekretaris Daerah non aktif Syaifullah, selama 2 bulan 15 hari dengan denda Rp 10 juta.

Sidang digelar di Ruang Media Center Pengadilan Negeri Bondowoso. Sidang putusan dilaksanakan sekitar pukul 12.00 WIB, Senin 14 Desember 2020 secara virtual.

Hadir dalam sidang penasehat hukum terdakwa Syaifullah yaitu Husnus Sidqi. Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Daniel Mario.

Vonis ini disampaikan pada sidang yang berlangsung di PN setempat setelah sekitar 14 hari lalu ( 2 Desember 2020,red) sempat ditunda karena yang bersangkutan tidak hadir karena sakit.

Usai sidang, Husnus Sidqi kuasa hukum dari Syaifullah mengatakan bahwa selama ini perjuangannya dianggap telah berhasil. Pasalnya ancaman sebelumnya kepada kliennya sekira 4 tahun penjara.

“Yang paling penting tak ada perintah masuk dalam penjara. Hanya denda Rp 10 juta subsider 1 bulan penjara,” katanya.

Lanjut Husnus, soal vonis majelis hakim masih akan berkonsultasi langsung dengan terdakwa, apakah akan dilakukan banding. Karena, terdakwa sendiri tidak hadir karena sakit.

“Masih pikir-pikir, kita kan harus konsultasi sama terdakwa. Selama masih dikasih kesempatan sesuai dengan perintah Hakim,” jelasnya.

Menurutnya kondisi kesehatan terdakwa secara fisik saat ini sudah sehat. Namun, secara psikis pihaknya belum tau.

“Kalau secara fisik ya keliatan sehat, kalau secara psikis kita kan tidak tau,” ujar Husnus.

Katanya, putusan ini dinilai sangat ringan. Mengingat, dari ancaman 4 tahun penjara, kemudian menjadi tuntutan 5 bulan, dan divonis 2 bulan 15 hari.

“Ya sudah sangat ringan, kalau kita bicara ringan dan berat dari versi penasehat hukum,” ungkapnya.

Sebelumnya, Sekda non aktif Pemkab Bondowoso Syaifullah terlibat kasus ancaman kekerasan pada mantan Kepala BKD Bondowoso dan salah satu pegawai BKD.

Ia ditetapkan sebagai tersangka pada pertengahan Juni 2020 lalu. Sejak berstatus sebagai tersangka hingga terdakwa di PN Bondowoso, Syaifullah tidak ditahan.

Pada sekitar bulan Agustus 2020, Gubernur Jatim menonaktifkan sementara Syaifullah sebagai Sekda Bondowoso.

Sejatinya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa Syaifullah dengan hukuman 5 bulan penjara dan denda sebesar Rp 10 juta subsider 2 bulan penjara. 

Lantaran Jaksa menganggap terdakwa itu bersalah atas ancaman yang dilakukan ke mantan bawahannya, Kepala BKD Alun Taufana melalui sambungan telepon pada 2019 lalu.

  • Bagikan