Diduga Ketua BPD Otoriter, Tomas Dan Angggotanya Usulkan Pemberhentian

BONDOWOSO, Terbitan.com – Sebanyak 70 orang tokoh masyarakat dan mayoritas anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Cangkring, Kecamatan Prajekan, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur,melayangkan permohonan pemberhentian dua keanggotaan BPD

Wakil ketua BPD desa Cangkring Misyari, mengatakan bahwa keduanya dinilai telah melanggar hukum dan melanggar beberapa peraturan yang tidak semestinya dilakukan.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, Zainullah selaku Ketua BPD, beberapa kali mengambil keputusan lembaga tanpa persetuan anggota yang lain. Bahkan, Zainullah diduga melakukan tindakan pemalsuan tanda-tangan Sekretaris BPD saat membuat rekomendasi calon PJ Kepala Desa Cangkring.

“Ketua BPD (Zainullah red) kuat dugaan memalsukan tanda tangan sekretaris saat merekomendasikan Cakades kepada Camat. Bahkan dalam keputusannya pun tidak melibatkan anggota BPD yang lain. Dia telah melanggar peraturan,” kata Misyari, Rabu (20/11/2019) di kediamannya.

Lanjut Misyari, menjelaskan bahwa Zainullah juga telah melanggar Peraturan Bupati (Perbup) pasal 6 tentang kewajiban anggota BPD. Zainullah sering kali tidak mengikuti rapat BPD.

“Kami 6 anggota BPD sudah sepakat untuk memohon untuk diberhentikan. Selain Zainullah adalah Yeyen yang juga lama sudah tidak aktif, karena berdomisili di luar Desa,” jelasnya.

Kendatinya, Misyari mengaku telah berkirim surat kepada Camat Prajekan untuk segera ditindaklanjuti oleh Pemkab Bondowoso. Ia berharap kedua angggota BPD bermasalah tersebut segera diberhentikan.

“Penggantinya pun sudah kami mohonkan juga. Tentu penggantinya sudah berdasarkan musyawarah seluruh lapisan masyarakat dan tokoh di desa setempat,” ungkapnya.

Sementara Abdul Manan, Camat Prajekan membenarkan kejadian tersebut. Saat ini, pihak Kecamatan sudah menindaklanjuti permohonan tersebut kepada Bupati dengan tembusan Kadis PMD dan Kabag Hukum.

“Ya benar, ada permohonan dari Pj. Kades Cangkring, BPD dan Tomas desa Cangkring. Berkasnya sudah lengkap dan saat ini masih proses,” pungkas Manan, singkat

Pos terkait